Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 09:46 WIB

Tren Minuman Lemon dan Garam Pink: Antara Fakta dan Mitos

Author

Tren Minuman Lemon dan Garam Pink: Antara Fakta dan Mitos

Minuman lemon yang dicampur dengan garam pink kini sedang menjadi tren sebagai metode penurunan berat badan. Namun, para ahli gizi mengatakan bahwa klaim mengenai efektivitasnya tidak didukung oleh bukti ilmiah yang solid.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni

Klaim Tanpa Dasar Ilmiah

Ahli gizi Profesor Natalie Allen dari Missouri State University menegaskan bahwa tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim bahwa garam pink dapat mempercepat metabolisme. Dia menekankan, "Tidak ada hal ajaib yang terjadi dari minuman ini," dan mengingatkan bahwa garam pink sebenarnya merupakan sumber natrium yang sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Allen menjelaskan bahwa meskipun natrium penting untuk kesehatan, tidak ada bukti yang membenarkan bahwa garam pink dapat membantu membakar lemak. Klaim-klaim semacam ini seharusnya dilihat dengan skeptis hingga ada penelitian yang membuktikannya.

Dalam banyak kasus, orang mengharapkan dampak signifikan dari hanya menggunakan satu bahan, padahal pola diet secara keseluruhan lebih berpengaruh terhadap berat badan.

Perbandingan dengan Garam Biasa

Garam pink mengandung natrium klorida yang sama dengan garam meja, dengan warna merah muda yang berasal dari mineral jejak seperti kalium, magnesium, dan zat besi. Namun, Direktur Program Master of Science in Nutrition Education di American University, Dara Ford, menjelaskan bahwa mineral tambahan tersebut sangat sedikit dan tidak memberikan manfaat gizi yang berarti.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Perawatan Kulit yang Optimal

Ford juga mengingatkan bahwa jika seseorang merasakan penurunan berat badan setelah mengonsumsi campuran ini, hal itu mungkin lebih dikarenakan penggantian minuman manis dengan air atau kehilangan berat air, bukan karena penurunan lemak.

Pentingnya mengedukasi masyarakat tentang fakta-fakta ini agar tidak terjebak dalam tren yang tidak berdasar sangatlah krusial, terutama dalam hal diet dan kesehatan.

Risiko Kesehatan dari Asupan Natrium Berlebih

Ketika berbicara tentang asupan natrium, konsensus kesehatan menyarankan agar orang dewasa tidak mengonsumsi lebih dari 2.300 mg per hari. Peningkatan asupan natrium dari tren ini dapat membawa risiko terhadap masalah kesehatan, termasuk hipertensi dan penyakit jantung.

Ford memperingatkan bahwa meskipun air lemon dengan garam pink bisa membantu hidrasi, tidak ada bukti yang mendukung bahwa campuran ini berfungsi untuk penurunan berat badan jangka panjang.

Sangat penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan tidak terbawa arus tren yang menjanjikan hasil instan tanpa landasan ilmiah.

Baca juga: Sarapan Sehat: Kunci Performansi Optimal Petinju

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU