Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 21:49 WIB

Faktor Krusial Harga Rumah dan Pendidikan dalam Membangun Kekayaan Keluarga

Author

Faktor Krusial Harga Rumah dan Pendidikan dalam Membangun Kekayaan Keluarga

Sebuah studi terbaru menyoroti bahwa mahalnya harga rumah di area dengan fasilitas publik berkualitas menjadi penghambat utama bagi keluarga dalam membangun kekayaan jangka panjang.

Baca juga: Penjarahan Rumah Eko Patrio: Polisi Selidiki Kericuhan di Kuningan

Analisis dari Goldman Sachs mengungkapkan hubungan yang jelas antara kualitas pendidikan dan kepemilikan rumah di berbagai wilayah.

Hubungan antara Harga Rumah dan Kualitas Pendidikan

Analisis Goldman Sachs mencatat bahwa ada keterkaitan yang signifikan antara tingkat kepemilikan rumah dengan kualitas sekolah publik di daerah tertentu.

Kualitas pendidikan diukur melalui perbandingan nilai rata-rata tes lokal dengan nilai nasional dan hasilnya menunjukkan bahwa daerah dengan kualitas sekolah tinggi cenderung memiliki harga rumah yang lebih tinggi.

"Bagi banyak rumah tangga, mahalnya rumah milik sendiri bukan sekadar masalah biaya hidup," ungkap para analis.

Temuan ini berdampak pada mobilitas sosial dengan akses yang lebih terbatas ke layanan pendidikan dan peluang kerja, terutama bagi rumah tangga berpendapatan rendah.

Ketimpangan Kekayaan antara Pemilik dan Penyewa

Studi sebelumnya menemukan adanya kesenjangan yang signifikan antara kekayaan pemilik rumah dan penyewa.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat

Pemilik rumah mampu mengakumulasi kekayaan hingga 40 kali lebih besar dibanding penyewa, yang menunjukkan dampak kepemilikan rumah terhadap kesehatan keuangan.

Pada tahun 2023, sekitar 39% penyewa memiliki arus kas positif, namun lebih dari separuh pendapatan mereka dihabiskan untuk biaya sewa dan utilitas.

Kondisi ini menciptakan siklus menyewa yang sulit diputus, di mana penyewa jarang memiliki kesempatan untuk memperoleh rumah.

Aspek Rasial dan Regulasi dalam Kepemilikan Rumah

Ketimpangan dalam kepemilikan rumah mencerminkan isu rasial yang signifikan, dengan hanya 46% warga kulit hitam di AS yang memiliki rumah dibandingkan dengan 75% warga kulit putih.

Hal ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap ketidakadilan struktural yang ada dalam akses perumahan.

Pengajuan kredit pemilikan rumah oleh peminjam kulit hitam memiliki tingkat penolakan yang lebih tinggi dibandingkan peminjam kulit putih, menunjukkan diskriminasi dalam sektor perumahan.

"Dalam jangka pendek, pemberian subsidi untuk pembangunan rumah terjangkau dapat menjadi solusi yang realistis," tulis para analis Goldman Sachs.

Baca juga: Tips Fengshui untuk Tidur yang Lebih Nyenyak di Kamar Tidur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU