Gas nitrous oxide, atau dinitrogen monoksida, saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan insiden tragis yang melibatkan selebgram Lula Lahfah.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni
Penggunaan gas ini memiliki beragam aplikasi, mulai dari medis hingga kuliner, namun juga menyimpan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Penggunaan Medis dan Industri Makanan
Nitrous oxide adalah gas yang tidak berwarna dan sering digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi. Gas ini dinyatakan sebagai solusi untuk menenangkan pasien dalam prosedur medis ringan dan mengobati gejala putus alkohol.
Di bidang kuliner, nitrous oxide berperan dalam pembuatan whipped cream. Ketika disuntikkan ke dalam krim, gas ini larut di bawah tekanan dan menciptakan gelembung udara yang memberikan tekstur lembut dan ringan pada krim kocok.
Proses ini memungkinkan distribusi udara yang lebih merata dibandingkan dengan pengocokan manual yang cenderung menghasilkan kantong udara yang tidak merata. Hasil akhirnya adalah krim kocok yang lebih konsisten dan halus.
Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Pemanfaatan di Dunia Otomotif
Nitrous oxide mulai digunakan dalam industri otomotif sejak Perang Dunia II sebagai penambah performa mesin. Penggunaannya membantu meningkatkan kekuatan mesin pesawat dalam situasi darurat.
Meskipun penggunaan nitrous oxide di pesawat menurun, gas ini saat ini masih populer di kalangan balap mobil. Sejak tahun 1970-an, alat bernama NOS menjadi pilihan utama untuk meningkatkan performa mobil balap, khususnya di ajang drag race.
Istilah nitrous oxide sudah menjadi bagian dari budaya otomotif, terutama di kalangan penggemar video gim balapan dan film seperti Fast and Furious. Namun, penggunaan gas ini dalam konteks yang lebih luas sering kali diabaikan oleh masyarakat umum.
Risiko Kesehatan dari Penggunaan Rekreasional
Nitrous oxide juga sering digunakan secara rekreasional dan dapat menimbulkan efek 'high' atau mabuk. Menurut Alcohol and Drug Foundation (ADF) Australia, gas ini termasuk dalam obat disosiatif yang dapat membuat pengguna merasa terpisah dari tubuh mereka.
Gas ini memiliki berbagai sebutan, seperti 'gas tertawa', 'nangs', dan 'whippet'. Umumnya, pengguna menghirup gas tersebut dengan melepaskan kartrid ke dalam tempat lain, seperti balon, dan efeknya terasa hampir seketika.
Namun, risikonya sangat serius; menghirup nitrous oxide dalam jumlah besar atau tanpa oksigen yang cukup dapat mengakibatkan tekanan darah turun, pingsan, atau bahkan serangan jantung. Kasus overdosis dapat berujung pada hipoksia yang berpotensi fatal.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: