Minggu, 25 JANUARI 2026 • 19:55 WIB

Satu dari Empat Remaja Alami Anemia, Kemenkes Serukan Waspada

Author

Satu dari Empat Remaja Alami Anemia, Kemenkes Serukan Waspada

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini melaporkan bahwa satu dari empat remaja di Indonesia mengalami anemia, sebuah kondisi serius yang perlu perhatian lebih. Temuan ini diungkapkan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung di berbagai sekolah.

Baca juga: Penjarahan Rumah Eko Patrio: Polisi Selidiki Kericuhan di Kuningan

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, mengingatkan bahwa anemia dapat mengganggu konsentrasi belajar dan produktivitas siswa. Peningkatan kasus ini paling banyak ditemukan pada siswa kelas 7 dan kelas 10, kelompok yang dinilai berisiko tinggi.

Data Temuan Kemenkes

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi gizi remaja sangat memprihatinkan. Maria Endang Sumiwi menjelaskan, 'Di remaja, kami menemukan masalah gizi yang cukup memprihatinkan dan satu dari empat remaja mengalami anemia. Ini menunjukkan kondisi gizi yang kurang baik karena kekurangan darah atau zat besi.'

Pemeriksaan anemia difokuskan pada siswa kelas 7, baik putra maupun putri, dan siswa kelas 10 putri yang diketahui lebih rentan terhadap anemia. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai tantangan gizi yang dihadapi oleh remaja saat ini.

Dengan meningkatnya angka anemia pada remaja, menjadi penting untuk melakukan langkah-langkah yang proaktif guna mengatasi masalah ini. Anemia di kalangan remaja bisa menjadi indikator dari gangguan gizi yang lebih luas.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah

Langkah Pencegahan dan Intervensi

Kemenkes menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui edukasi mengenai konsumsi gizi seimbang. Maria Endang Sumiwi menambahkan, 'Pencegahannya dengan makan bergizi seimbang dan rutin minum tablet tambah darah. Untuk yang sudah anemia, kami lakukan suplementasi tablet tambah darah dan kontrol kembali sampai kondisinya membaik.'

Tablet tambah darah menjadi fokus utama, terutama bagi remaja putri yang lebih rentan akibat menstruasi. Strategi ini diharapkan dapat menurunkan angka anemia di kalangan remaja secara signifikan.

Dengan melakukan intervensi semacam itu, Kemenkes berharap dapat melihat penurunan angka anemia pada generasi mendatang. Edukasi dan akses terhadap gizi yang baik sangat vital dalam mencapai tujuan ini.

Temuan Lain: Hipertensi di Kalangan Siswa

Selain masalah anemia, Kemenkes juga menemukan 1.547 kasus hipertensi di kalangan siswa berdasarkan hasil skrining CKG hingga Agustus 2025. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Herlina, mengungkapkan, 'Dari jumlah tersebut, 1.404 anak masuk kategori hipertensi tingkat 1, sementara 143 anak terdeteksi hipertensi tingkat 2.'

Temuan ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan lainnya juga mulai muncul di kalangan remaja, sehingga pencegahan harus dimulai lebih awal. Herlina menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan.

Kemenkes berencana untuk bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan ini dan menerapkan program intervensi secara efektif.

Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU