Selasa, 13 JANUARI 2026 • 15:51 WIB

Mengapa Dewasa Membuat Persepsi Kita Terhadap Waktu Berubah

Author

Mengapa Dewasa Membuat Persepsi Kita Terhadap Waktu Berubah

Persepsi bahwa waktu bergerak lebih cepat saat seseorang memasuki usia dewasa adalah fenomena yang umum dialami banyak orang. Fenomena ini berakar dari berbagai faktor, baik psikologis maupun biologis, yang mempengaruhi cara kita merasakan waktu.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni

Kegiatan rutinitas sehari-hari yang monoton sering kali menjadi penyebab utama mengapa waktu terasa lebih singkat dibandingkan saat masa kanak-kanak. Hal ini mencerminkan perubahan signifikan dalam pengalaman hidup seiring dengan bertambahnya usia.

Psikologi Persepsi dan Waktu

Salah satu penjelasan mengenai mengapa waktu terasa lebih cepat saat dewasa berkaitan dengan persepsi psikologis. Seiring bertambahnya usia, otak mulai mengkategorikan pengalaman dan memori serupa, yang memberikan kesan waktu berlalu lebih cepat.

Contohnya, waktu nostalgia masa kecil sering kali dipenuhi dengan banyak pengalaman baru yang menarik perhatian. Sementara, saat dewasa, rutinitas yang monoton cenderung membatasi penciptaan kenangan baru, sehingga waktu terkesan lebih singkat.

Dr. Philip Zimbardo, seorang psikolog berpengaruh, menyatakan, 'Pikiran kita lebih bisa merasakan waktu saat kita terlibat sepenuhnya dalam momen.' Tanpa kehadiran kesadaran penuh, kita cenderung merasakan bahwa waktu berjalan lebih cepat.

Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Tanpa Kata-kata

Pengaruh Rutinitas Sehari-hari

Memasuki fase dewasa sering kali berarti terjebak dalam rutinitas yang lebih terstruktur. Berbagai tanggung jawab, seperti pekerjaan dan keluarga, mengisi hampir seluruh waktu sehari-hari.

Berbeda dengan masa kanak-kanak yang diwarnai dengan explorasi dan permainan, dewasa cenderung menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan tugas yang berulang. Hal ini mengurangi kesempatan untuk mengalami hal-hal baru yang dapat memperkaya kenangan.

David Eagleman, seorang ahli neurologi, mengemukakan bahwa, 'Pengalaman yang kaya dan beragam dapat memperlambat persepsi kita terhadap waktu.' Dengan demikian, rutinitas yang monoton akan menciptakan kesan bahwa waktu bergerak lebih cepat.

Perubahan Biologis di Otak

Biologis juga memegang peranan penting dalam persepsi waktu seiring bertambahnya usia. Penelitian menunjukkan bahwa neuron di otak manusia mengalami penurunan kecepatan saat mengirimkan sinyal ketika usia bertambah.

Akibatnya, proses pengolahan waktu dalam otak menjadi kurang efisien. Observasi ini mengindikasikan bahwa persepsi waktu dapat berubah menjadi lebih cepat, dibandingkan dengan saat usia muda.

Dr. Alain de Botton, seorang penulis dan pemikir, mencatat bahwa, 'Makin tua kita, makin sedikit waktu yang terasa penuh dan berharga.' Ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi waktu berkaitan erat dengan kondisi mental dan fisik.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU