Memar adalah kondisi yang sering kita temui, terlihat sebagai perubahan warna di kulit akibat berbagai penyebab. Meskipun sering disebabkan oleh benturan ringan, terkadang memar muncul tanpa alasan jelas yang bisa mengindikasikan masalah kesehatan.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple
Penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kemunculan memar agar kita dapat mengambil langkah penanganan yang tepat. Bermacam aspek seperti obat-obatan, usia, pola makan, hingga faktor genetik dapat menjadi penyebab yang mendasar.
Pengobatan dan Usia sebagai Faktor Pemicu Memar
Memar dapat disebabkan oleh beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengurangi penggumpalan darah, seperti warfarin dan heparin. Dokter bedah ortopedi Anthony Kouri menjelaskan bahwa 'penggunaan obat tersebut dapat menghambat kemampuan tubuh dalam pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya memar.'
Usia juga berperan penting dalam peningkatan risiko memar. Seiring bertambahnya usia, kulit biasanya kehilangan elastisitas dan ketebalan, membuat pembuluh darah di dekat permukaan kulit 'kurang terlindungi dari benturan dan lebih rentan cedera,' seperti yang disampaikan dokter bedah plastik bersertifikat, Michelle Lee.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni
Peran Pola Makan dan Kekurangan Nutrisi
Pola makan kita dapat berdampak pada kemunculan memar. Michelle Lee mencatat bahwa makanan seperti bawang putih, jahe, dan ginkgo berpotensi mengencerkan darah, yang dapat memperbesar risiko memar, terutama menjelang tindakan operasi.
Selain itu, kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin C dan K dapat membuat kulit lebih rentan terhadap memar. Kouri menjelaskan bahwa 'kolagen yang lemah membuat dinding pembuluh darah lebih mudah pecah,' sehingga meningkatkan kemungkinan munculnya memar.
Faktor Genetik dan Penyakit yang Membawa Dampak
Faktor genetik memainkan peran dalam kecenderungan seseorang untuk mengalami memar. Penelitian menunjukkan bahwa wanita, khususnya yang memiliki kulit cerah, lebih mudah memar dibandingkan pria karena memar tersebut lebih terlihat.
Namun, memar juga kadang dapat menjadi tanda adanya kondisi medis yang lebih serius. Penyakit seperti leukemia, penyakit hati, dan diabetes dapat mempengaruhi kemampuan pembekuan darah. Kouri menegaskan, 'Beberapa kelainan genetik memengaruhi kemampuan pembekuan darah,' sehingga penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis jika memar muncul tanpa sebab yang jelas.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR RI Dirusak, Ahmad Sahroni Cerita di Balik Koleksinya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: