Banyak orang menganggap bahwa menjadi produktif di pagi hari adalah kunci kesuksesan, namun hal ini tidak selalu berlaku bagi setiap individu.
Baca juga: Penjarahan Rumah Eko Patrio: Polisi Selidiki Kericuhan di Kuningan
Perbedaan dalam ritme tubuh dan kebiasaan sehari-hari mempengaruhi tingkat produktivitas, yang menunjukkan bahwa beberapa orang lebih efektif di waktu yang berbeda.
Variasi Ritme Tubuh Manusia
Ritme sirkadian adalah siklus fisik, mental, dan perilaku yang mengikuti siklus 24 jam, mencakup berbagai fungsi seperti tidur, makan, dan produktivitas.
Setiap individu memiliki ritme yang berbeda, sehingga beberapa orang mungkin merasa lebih produktif di malam hari, dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.
Penelitian menunjukkan bahwa ada orang yang disebut 'morning larks', yang cenderung lebih aktif di pagi hari, dan 'night owls' yang lebih kreatif dan fokus di malam hari.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak
Tekanan dan Mitos Produktivitas Pagi
Dalam banyak budaya, terdapat tekanan sosial untuk menjadikan pagi sebagai waktu yang produktif, dan pemasaran sering mengedepankan mitos bahwa memulai hari lebih awal berarti lebih sukses.
Namun, produktivitas berkaitan erat dengan bagaimana individu mengelola waktu yang mereka miliki, terlepas dari waktu mereka memulai aktivitas.
Psikolog menyampaikan bahwa tekanan untuk bangun pagi dan menjadi produktif bisa tidak realistis dan berpotensi menyebabkan stres yang tidak perlu.
Menerima dan Memahami Perbedaan Individu
Mengakui bahwa tidak semua orang memiliki pola tidur atau jam biologis yang sama adalah langkah penting untuk meningkatkan produktivitas.
Dengan memahami waktu produktif masing-masing, individu dapat merencanakan aktivitas yang lebih efektif tanpa terikat pada satu waktu tertentu.
Kemandirian dalam mengelola waktu dan pemahaman tersebut di lingkungan sosial dapat meningkatkan kesehatan mental dan produktivitas secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: