Misi penjelajahan Mars milik NASA, Perseverance, baru saja mengungkap penemuan signifikan mengenai batuan bernama Phippsaksla yang tidak berasal dari Planet Merah.
Baca juga: Menemukan Cinta Diri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan
Batuan ini teridentifikasi di Kawah Jezero saat rover tersebut menyelidiki area Vernodden, dengan elemen yang biasanya terdapat di inti Bumi.
Deskripsi Penemuan Batuan Phippsaksla
Batuan Phippsaksla memiliki diameter sekitar 78 cm dan ditemukan dalam kondisi yang mencolok di antara batuan lainnya di Kawah Jezero.
Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA mencatat bahwa batu ini kemungkinan merupakan meteorit dengan elemen yang mirip dengan besi-nikel.
Analisis awal menunjukkan bahwa jenis batuan ini sering ditemukan pada inti asteroid besar dan memiliki kesamaan komposisi dengan inti planet Bumi.
Batu ini menjadi fokus penelitian karena bentuknya yang khas dan keberadaannya yang tidak lazim di permukaan Mars.
Metode Analisis dan Verifikasi Penemuan
Untuk memverifikasi temuan ini, Perseverance menggunakan instrumen SuperCam, yang dapat memeriksa batuan dan tanah menggunakan teknologi kamera, laser, dan spektrometer.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni
Penggunaan SuperCam memungkinkan tim ilmuwan untuk mengukur sifat cahaya yang dipantulkan dan menentukan komposisi kimia dari batuan tersebut.
Walaupun penemuan meteorit bukan hal baru dalam eksplorasi Mars, pencapaian ini terbilang signifikan untuk misi Perseverance.
NASA menjelaskan bahwa meski delapan batuan serupa pernah ditemukan oleh rover sebelumnya, lokasi pendaratan saat ini memberikan konteks baru untuk studi komposisi meteorit di Mars.
Signifikansi Penemuan dan Penelitian Lanjutan
Walaupun pekerjaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan identifikasi Phippsaksla sebagai meteorit, penemuan ini mencatatkan Perseverance dalam sejarah eksplorasi Mars.
Sejak awal, Perseverance ditugaskan untuk mencari bahan kimia yang berkaitan dengan kehidupan masa lalu di Mars, di samping misi penelitiannya yang lebih luas.
NASA mencatat bahwa sebelumnya telah ditemukan tanda-tanda kehidupan di sampel batuan dasar sungai kuno di lokasi yang sama, yang menambah nilai penelitian di Kawah Jezero.
Konfirmasi lebih lanjut mengenai sifat sebenarnya dari Phippsaksla diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang sejarah dan geologi Planet Merah.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: