Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 14:48 WIB

Strabismus: Memahami Penyebab, Diagnosa, dan Metode Koreksi

Author

Strabismus: Memahami Penyebab, Diagnosa, dan Metode Koreksi

Strabismus, atau yang lebih dikenal sebagai mata juling, terjadi ketika kedua mata tidak sejajar, sebuah kondisi yang dapat memengaruhi penglihatan serta penampilan individu. Fenomena ini umum ditemui, baik pada mereka yang dilahirkan dengan kondisi tersebut maupun yang berkembang seiring waktu.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni

Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya strabismus, termasuk faktor genetik dan gangguan penglihatan lainnya. Untungnya, terdapat beberapa metode medis yang efektif untuk mengoreksi kondisi ini.

Penyebab Mata Juling

Strabismus dapat disebabkan oleh masalah pada otot mata yang tidak berfungsi dengan baik. Terdapat enam otot yang mengontrol gerakan mata, dan jika salah satu di antaranya lebih lemah, maka ketidakselarasan mata dapat terjadi.

Faktor genetik juga berkontribusi terhadap kemungkinan terjadinya kondisi ini. Ketika ada anggota keluarga yang mengalami mata juling, kemungkinan besar anak-anak mereka berisiko mengalaminya juga.

Kondisi kesehatan lain, seperti diabetes atau gangguan saraf, dapat memicu terjadinya strabismus. Beberapa individu bahkan tidak menyadari mereka memiliki kondisi ini hingga mencapai usia dewasa.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Perawatan Kulit yang Optimal

Diagnosa dan Pengujian

Diagnosa strabismus umumnya memerlukan pemeriksaan mata yang menyeluruh. Dokter akan menganalisis derajat ketidakselarasan mata dan jenis strabismus yang dialami pasien.

Proses diagnosa juga meliputi pengujian penglihatan guna mengidentifikasi apakah ada masalah lain yang turut berkontribusi terhadap ketidakselarasan tersebut. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan tambahan seperti pencitraan mungkin diperlukan untuk mengevaluasi kondisi saraf atau otot secara lebih mendalam.

Cara Koreksi Medis

Salah satu metode yang banyak diterapkan untuk mengatasi strabismus adalah terapi visual. Metode ini melibatkan latihan khusus yang ditujukan untuk meningkatkan koordinasi dan fokus mata.

Apabila terapi visual terbukti kurang efektif, tindakan bedah dapat menjadi alternatif yang dianjurkan. Operasi bertujuan untuk menyesuaikan otot mata, baik dengan memperkuat maupun melemahkan otot yang bermasalah.

Penggunaan kacamata atau lensa kontak juga dapat membantu, terutama bagi mereka dengan kondisi mata lain, seperti ambliopia. Tim medis akan merekomendasikan metode yang paling sesuai berdasarkan kondisi masing-masing individu.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Berbagai Lokasi Indah di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU