Senin, 20 OKTOBER 2025 • 16:24 WIB

Munculnya Varian Influenza D Virus (IDV) Menjadi Tantangan Baru bagi Kesehatan Global

Author

Munculnya Varian Influenza D Virus (IDV) Menjadi Tantangan Baru bagi Kesehatan Global

Varian baru virus influenza yang dikenal sebagai Influenza D Virus (IDV) telah terdeteksi di China, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli kesehatan tentang potensi terjadinya pandemi baru.

Baca juga: Menciptakan Suasana Cozy di Kamar Kecil

Penelitian terkini menunjukkan bahwa virus ini dapat menular dari hewan ke manusia dan berpotensi menular antar manusia.

Deteksi dan Penyebaran Influenza D Virus

IDV pertama kali terdeteksi pada tahun 2011 di Oklahoma, A.S., di mana virus ini ditemukan dalam seekor babi dengan gejala mirip influenza. Sejak saat itu, sapi menjadi inang utama virus, yang meningkatkan risiko penularan kepada pekerja peternakan.

Menurut penelitian yang dipimpin oleh Hongbo Bao dari Changchun Veterinary Research Institute, IDV telah meluas ke berbagai negara termasuk Eropa, Amerika Utara dan Selatan, serta Asia dan Afrika. Jenis hewan lain yang terinfeksi juga mencakup kambing, domba, kuda, unta, dan anjing.

Kekhawatiran utama para peneliti adalah peningkatan daya infeksi dan penularan IDV yang dapat mengarah ke penyebaran lebih luas. 'Dalam beberapa tahun terakhir, IDV sering kali muncul secara diam-diam di negara atau benua baru dan tidak menunjukkan gejala,' ujar Bao.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni

Risiko Penularan ke Manusia

Tim peneliti baru-baru ini telah mengidentifikasi varian D/HY11 pada sapi di Timur Laut China pada tahun 2023. Uji laboratorium menunjukkan bahwa virus ini mampu bereplikasi dan menular baik melalui udara maupun kontak langsung antarhewan.

Analisis darah yang dilakukan menunjukkan bahwa 74 persen orang di China Timur Laut telah terpapar virus tersebut. Selain itu, angka ini meningkat hingga 97 persen pada individu dengan gejala pernapasan, meskipun hingga kini belum ada bukti penularan antar manusia.

Sebagai tindak lanjut, peneliti menyatakan, 'Kemungkinan besar wabah IDV telah berkembang menjadi masalah berkelanjutan bagi ternak dan manusia.'

Efektivitas Obat Antiviral dan Kekhawatiran Masa Depan

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa virus ini dapat menyebar melalui udara antara hewan yang terinfeksi dan yang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa obat antivirus generasi baru, seperti baloxavir, lebih efektif melawan varian ini.

Meskipun demikian, IDV menunjukkan resistensi terhadap banyak obat flu konvensional yang ada. Kementerian Kesehatan di seluruh dunia diingatkan akan pentingnya pengujian rutin IDV yang sampai sekarang belum dilakukan.

Baca juga: Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Jantung

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU