Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 17:38 WIB

Ritual Mistis di Gunung Lawu: Memelihara Kearifan Lokal dan Spiritualitas Masyarakat

Author

Ritual Mistis di Gunung Lawu: Memelihara Kearifan Lokal dan Spiritualitas Masyarakat

Gunung Lawu bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tempat pelaksanaan berbagai ritual mistis yang masih dilestarikan oleh masyarakat hingga kini.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial Masyarakat

Ritual-ritual tersebut mencerminkan kearifan lokal serta hubungan spiritual masyarakat dengan alam, menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Ritual Bersih Desa

Salah satu ritual yang sering dilaksanakan di Gunung Lawu adalah ritual bersih desa, yang bertujuan untuk membersihkan dan mensucikan lingkungan dari berbagai gangguan.

Dalam proses ini, masyarakat berkumpul dan membawa sesaji sebagai tanda syukur kepada para dewa, diiringi dengan pembacaan doa dan pengaturan altar di lokasi tertentu.

Ritual ini dilaksanakan secara rutin, umumnya menjelang musim tanam atau sebelum perayaan besar, untuk meningkatkan hasil pertanian.

Masyarakat meyakini bahwa dengan melaksanakan ritual ini, mereka dapat terhindar dari bencana serta mendapatkan keberkahan.

Puncak Ritual Tahun Baru

Setiap menyambut tahun baru, Gunung Lawu menjadi tempat berkumpul bagi banyak orang yang ingin melaksanakan ritual khusus, tidak hanya bagi warga lokal.

Baca juga: Penjarahan Rumah Eko Patrio: Polisi Selidiki Kericuhan di Kuningan

Para peserta mempersiapkan berbagai sesaji yang diletakkan di puncak gunung sebagai penghormatan kepada arwah leluhur, dengan harapan mendapatkan perlindungan selama setahun.

Ritual ini memberikan ruang bagi generasi yang lebih tua untuk berbagi cerita dan tradisi kepada generasi muda, sehingga menjaga keberlanjutan budaya.

Kesempatan ini juga menjadi edukasi bagi anak muda tentang pentingnya melestarikan tradisi yang ada.

Ritual Selametan Malam 1 Suro

Malam 1 Suro merupakan malam keramat yang diperingati dengan sejumlah ritual, di mana warga meminta restu dari sesepuh dan melakukan meditasi di tepian sungai.

Ritual ini diyakini dapat membawa kedamaian dan keberkahan bagi pelaksananya, terutama dengan diadakannya doa bersama yang disertai harapan dan cita-cita.

Suasana magis di malam tersebut memberi kedekatan yang lebih kepada alam dan spiritualitas peserta, menjadikannya pengalaman yang mendalam.

Kedekatan ini tidak hanya bersifat individu tetapi juga kolektif, memperkuat ikatan sosial dalam komunitas.

Baca juga: Sarapan Sehat: Kunci Performansi Optimal Petinju

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU