Korlantas Polri Luncurkan Kampanye Tertib Administrasi untuk Mudik Bebas Masalah
Korlantas Polri berkomitmen untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran tahun 2026 melalui peluncuran tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia".
Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya disiplin berlalu lintas, terutama di kalangan generasi muda.
Korlantas Polri menekankan pentingnya pengamanan yang optimal, humanis, dan profesional selama periode mudik. Pengamanan tersebut meliputi tidak hanya rekayasa lalu lintas dan pos pelayanan, tetapi juga kesiapan administrasi kendaraan.
Brigjen Pol Wibowo, Dirregident Korlantas Polri, mengungkapkan pentingnya dokumen seperti SIM dan STNK yang aktif dan valid. Ia menegaskan bahwa kepemilikan BPKB serta kepatuhan terhadap registrasi dan identifikasi kendaraan juga sangat diperlukan.
"Gen-Z adalah generasi digital yang kreatif dan memiliki pengaruh besar di ruang publik maupun media sosial. Kami mengajak mereka menjadi agen perubahan," ujarnya dalam pernyataan pada Rabu (25/2).
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih
Wibowo menjelaskan bahwa tertib administrasi kendaraan merupakan tanggung jawab moral setiap individu pengguna jalan. Memiliki kendaraan yang terdaftar dan sesuai regulasi akan meningkatkan pengawasan dan perlindungan hukum.
Kepatuhan terhadap aturan juga dapat mengurangi risiko konflik yang dapat muncul selama perjalanan. "Kendaraan yang legal akan mempermudah penanganan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan," tambahnya.
Menggarisbawahi tujuan akhir kampanye ini, Wibowo menuturkan makna "Keluarga Bahagia" yang sangat penting ketika mudik. Perjalanan untuk berkumpul dengan keluarga bisa berlangsung aman dan nyaman jika disiplin diterapkan.
Ia mendorong agar edukasi digital dan diskusi interaktif dilakukan di platform yang sering digunakan oleh Gen-Z. Tindakan ini diharapkan dapat menjadikan kesadaran kolektif akan administrasi kendaraan bermotor sebagai bagian dari gaya hidup baru.
"Kami ingin keselamatan menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban," tutup Wibowo, menekankan bahwa perjalanan mudik dapat berlangsung aman melalui administrasi yang tertib dan pengemudi yang disiplin.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: