Kesehatan Mental dan Manfaat Memberi: Pandangan Para Ahli
Memberi kepada orang lain bukan hanya sekedar tindakan sosial, tetapi memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan mental individu. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa perilaku prososial ini mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis seseorang.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern: Tips untuk Generasi Muda
Hasil penelitian menunjukkan bahwa memberi dengan tulus bisa melepaskan hormon yang berkontribusi pada perasaan bahagia. Hal ini membuat perilaku tersebut sangat penting untuk dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Leana Wen, seorang pakar kesehatan, menjelaskan bahwa "penelitian dari bidang psikologi, ilmu saraf, dan kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa perilaku prososial seperti memberikan waktu, uang, atau dukungan kepada orang lain dikaitkan dengan manfaat bagi kesejahteraan." Saat seseorang memberi, tubuhnya memproduksi hormon-hormon seperti dopamin dan oksitosin yang berkontribusi pada perasaan tenang dan bahagia.
Tindakan memberi juga menciptakan rasa aman secara emosional dalam diri individu. Penurunan kadar stres, termasuk hormon kortisol yang dapat meningkatkan perasaan tertekan, juga terkait erat dengan perilaku prososial ini.
Beban hidup yang kerap kali datang dari berbagai arah bisa menyebabkan stres berkepanjangan. Dalam konteks ini, memberi dapat berfungsi sebagai alat untuk mengalihkan fokus dari tekanan pribadi menuju hubungan sosial yang lebih bermakna.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni
Ketika individu membantu orang lain, mereka seringkali menemukan perspektif baru dalam menghadapi masalah yang sedang dihadapi. Rasa empati dan bersyukur yang muncul dapat mengurangi kecemasan serta ketegangan emosional yang biasanya mengganggu.
Tindakan memberi tidak hanya memberikan rasa lega, tetapi juga memperkuat rasa makna serta tujuan dalam hidup seseorang. Ketika individu menyadari bahwa keberadaan mereka memberikan dampak positif kepada orang lain, hal tersebut dapat meningkatkan harga diri dan kepuasan hidup.
Siklus perasaan 'dibutuhkan' dan 'berkontribusi' menjadi komponen penting dalam menjaga kesehatan mental, terutama bagi mereka yang merasa kesepian atau kehilangan arah. Tindakan memberi, terutama di waktu-waktu penuh tekanan seperti masa liburan, bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga keseimbangan emosional.
Walaupun memberi memiliki banyak manfaat, penting untuk diingat bahwa ada risiko ketika memberi dilakukan secara berlebihan atau dalam kondisi yang tidak ideal. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan emosional akibat memberi tanpa memperhatikan kebutuhan diri sendiri.
Memberi seharusnya dilakukan dengan kesadaran akan batasan dan kemampuan individu. Tindakan kecil yang tulus bisa memberikan dampak positif tanpa harus melibatkan komitmen yang besar. Memahami bahwa kemampuan untuk menerima juga merupakan aspek krusial dalam interaksi sosial yang sehat sangatlah penting.
Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: