BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 00:01 WIB

Nyeri Dada: Tanda Penting yang Tak Bisa Diabaikan

Nyeri Dada: Tanda Penting yang Tak Bisa DiabaikanNyeri Dada: Tanda Penting yang Tak Bisa Diabaikan

Nyeri dada sering menjadi indikasi masalah kesehatan, terutama terkait jantung. Tindakan cepat dan tepat sangat diperlukan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal

Dokter spesialis kardiovaskular, dr. Birry Karim, Sp.PD, KKV, mengungkapkan bahwa meminum aspirin dapat menjadi pertolongan pertama yang penting ketika mengalami nyeri dada mendadak.

Pentingnya Penanganan Awal

Nyeri dada dapat disebabkan oleh berbagai faktor, namun kesigapan dalam menanggapi gejala ini seharusnya menjadi prioritas. Jika nyeri tidak diatasi dalam waktu 15 menit, bisa terjadi peningkatan intensitas nyeri yang membuat penderita mengadopsi posisi tertentu untuk meredakan ketidaknyamanan, yang dikenal dengan istilah Levine sign.

Dalam seminar yang diselenggarakan di Rumah Sakit Medistra, dr. Birry menjelaskan, 'Jika mendadak terjadi nyeri dada, pertolongan pertama bisa dengan meminum aspirin.' Ini adalah langkah awal yang penting sebelum mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Namun, jika aspirin tidak tersedia, dr. Birry menekankan bahwa tindakan terbaik adalah segera menuju Unit Gawat Darurat (UGD). Bioaksi EKG harus siap dibaca untuk memudahkan dokter dalam menginterpretasikan langkah-langkah pengobatan selanjutnya.

Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral

Evaluasi Gejala Nyeri Dada

Dokter perlu melakukan evaluasi untuk menentukan apakah nyeri dada yang dialami pasien disebabkan oleh masalah jantung atau bukan. 'Apakah dia cardiac chest pain atau non-cardiac chest pain? Apakah nyeri dada karena jantung, atau bukan?,' ungkap dr. Birry.

Kondisi non-jantung seperti asam lambung, kontraksi otot, atau bahkan membawa beban berat juga bisa menyebabkan rasa nyeri di dada. Oleh karena itu, penting dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan di rumah sakit menjadi krusial untuk memastikan diagnosis yang tepat. Memahami penyebab nyeri dada dapat membantu menentukan tingkat risiko yang dihadapi pasien.

Perubahan Demografi Serangan Jantung

Serangan jantung kini tidak hanya menjadi masalah orang tua, tetapi juga mulai bergeser ke populasi yang lebih muda. Dr. Birry menekankan, 'Hampir 70 persen usia rata-rata pasien serangan jantung adalah orang relatif muda, yaitu usia 30-35 tahun.'

Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 800.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular. Data dari WHO menunjukkan penyakit ini merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia, termasuk stroke dan hipertensi.

Penting untuk disadari bahwa 90 persen penyebab penyakit kardiovaskular berhubungan dengan gaya hidup, dan hanya 10 persen yang bersifat genetik. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko mengidap penyakit jantung.

Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Nyeri Dada: Tanda Penting yang Tak Bisa Diabaikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!