Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia Ditahan Terkait Kebakaran Mematikan
Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, MW, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran yang menewaskan 22 orang pada awal bulan ini. Penetapan ini dilakukan oleh kepolisian pada Rabu, 10 November.
Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan
Kepolisian menyatakan saat ini hanya satu pihak yang terlibat sebagai tersangka, dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Kebakaran yang terjadi pada Selasa, 9 Desember lalu, diperkirakan berawal dari baterai litium yang berada di lantai satu gedung. "Ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar," ujar Kombes Susatyo Purnomo Condro, Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Kebakaran tersebut menyebar dengan cepat, menghasilkan asap tebal yang berdampak hingga ke lantai enam gedung. Situasi ini telah memicu perhatian serius terhadap aspek keselamatan gedung yang berkapasitas tinggi.
Kepolisian yang bertanggung jawab atas penyelidikan terus melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab utama yang bisa membantu mencegah insiden serupa di masa depan.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni
Rumah Sakit Polri berhasil menyelesaikan proses identifikasi jenazah korban kebakaran yang menewaskan 22 orang, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Hasil autopsi sementara menunjukkan bahwa mayoritas korban menghirup asap dan gas karbon monoksida sebelum meninggal.
Keberhasilan proses identifikasi ini sangat penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga-keluarga korban. Penanganan jasad telah dilakukan secara profesional dan hati-hati oleh pihak berwenang.
Pihak kepolisian juga menekankan akan pentingnya tindakan pencegahan dan pengawasan di seluruh gedung yang berpotensi memiliki risiko kebakaran.
Setelah penetapan MW sebagai tersangka, kepolisian Berniat untuk mengintensifkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang terlibat, termasuk pemilik gedung. "Dari Polres Jakarta Pusat juga melakukan pemeriksaan kepada semua saksi-saksi," ungkap Susatyo Purnomo Condro.
Langkah penegakan hukum dalam insiden ini diharapkan bisa memberikan keadilan bagi para korban dan menjadi pelajaran penting untuk keselamatan gedung di masa mendatang.
Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan keselamatan, terutama terkait penggunaan peralatan listrik dan baterai yang bisa berpotensi memicu kebakaran.
Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Perawatan Kulit yang Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: