BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 18:04 WIB

Fenomena FOMO: Dampak dan Strategi Mengatasinya di Era Digital

Fenomena FOMO: Dampak dan Strategi Mengatasinya di Era DigitalFenomena FOMO: Dampak dan Strategi Mengatasinya di Era Digital

FOMO, atau Fear of Missing Out, telah menjadi fenomena yang meluas di kalangan masyarakat modern, khususnya di era digital saat ini. Kecemasan akan kehilangan pengalaman menarik dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental seseorang.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal

Perasaan tertekan untuk selalu terhubung dan ikut serta dalam berbagai kegiatan dapat menciptakan beban mental yang tidak kecil. Banyak individu tidak menyadari dampak negatif yang dihasilkan dari perasaan ini terhadap kualitas hidup sehari-hari.

Apa Itu FOMO dan Mengapa Bisa Terjadi?

FOMO merujuk pada kondisi psikologis di mana seseorang merasa cemas akan kehilangan pengalaman, informasi, atau kesempatan yang dialami orang lain. Istilah ini muncul pada tahun 2000-an dan semakin populer seiring dengan perkembangan media sosial.

Media sosial memainkan peran besar dalam memperkuat perasaan FOMO. Melihat teman-teman yang berlibur atau melakukan aktivitas seru secara terus-menerus dapat membuat seseorang merasa tertinggal dan kurang berarti jika tidak ikut serta.

Selain itu, dapat muncul dari rasa takut tidak diterima dalam lingkungan sosial. Ada dorongan untuk menunjukkan keterlibatan dalam berbagai kegiatan untuk menghindari pandangan sebagai orang yang 'ketinggalan zaman'.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Perawatan Kulit yang Optimal

Dampak Negatif FOMO Terhadap Kesehatan Mental

FOMO dapat menyebabkan tingkat stres dan kecemasan yang lebih tinggi. Ketika seseorang merasa tertekan untuk selalu mengikuti tren terkini, hal ini bisa mengganggu kesehatan mental dan fisik mereka.

Sebuah penelitian menunjukkan individu dengan FOMO cenderung merasa tidak puas dengan hidupnya. Mereka juga lebih rentan terhadap masalah tidur dan gangguan emosional lainnya.

FOMO tidak hanya mempengaruhi persepsi diri, tetapi juga dapat merusak hubungan sosial. Ketika fokus utama terletak pada apa yang tidak dimiliki, individu sering kali mengabaikan nilai dari momen yang sedang dijalani.

Mengatasi FOMO: Langkah Menuju Kehidupan yang Lebih Seimbang

Salah satu cara untuk mengatasi perasaan FOMO adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial. Penjadwalan waktu khusus untuk berselancar di platform tersebut dapat membantu menghindari siklus perbandingan yang tidak sehat.

Memiliki hobi atau kegiatan di luar media sosial juga penting. Dengan fokus pada aktivitas yang dilakukan, individu dapat minimalisir kecemasan dan meningkatkan rasa puas terhadap hidup.

Praktik bersyukur atas apa yang dimiliki pun sangat relevan. Menyadari bahwa setiap orang berjalan di jalurnya sendiri dapat membantu mengurangi tekanan untuk selalu mengikuti apa yang dilakukan orang lain.

Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena FOMO: Dampak dan Strategi Mengatasinya di Era Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!