BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 06 OKTOBER 2025 • 19:30 WIB

Meningkatnya Kesadaran dan Penanganan Gangguan Makan di Indonesia

Meningkatnya Kesadaran dan Penanganan Gangguan Makan di IndonesiaMeningkatnya Kesadaran dan Penanganan Gangguan Makan di Indonesia

Gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia kian sering menjadi topik perbincangan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Penyakit ini dapat memberikan dampak serius pada kesehatan fisik dan mental individu.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal

Anoreksia ditandai dengan penolakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, sementara bulimia melibatkan siklus makan berlebihan diikuti dengan usaha tidak sehat untuk mengontrol berat badan.

Apa Itu Anoreksia?

Anoreksia merupakan gangguan makan yang ditandai oleh penurunan berat badan ekstrem serta ketakutan yang irasional terhadap peningkatan berat badan. Penderita anoreksia sering menjalani pola makan yang sangat ketat dan merasa tidak pernah cukup kurus.

Penyebab anoreksia bervariasi, mencakup faktor genetik, lingkungan, dan tekanan sosial yang tinggi. Banyak individu yang mengalami gangguan ini merasa tidak puas dengan penampilan fisiknya, meskipun kondisinya sudah sangat kurus.

Di Indonesia, kesadaran masyarakat mengenai anoreksia masih cukup rendah. Namun, standar kecantikan yang tidak realistis yang dipromosikan melalui media sosial berkontribusi pada meningkatnya pengaruh terhadap remaja.

Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan Masih Terima Gaji, Kontroversi Berlanjut

Memahami Bulimia

Berbeda dengan anoreksia, bulimia dicirikan oleh perilaku makan berlebihan yang diikuti dengan tindakan kompensasi, seperti muntah atau penggunaan obat pencahar. Perilaku ini sering muncul sebagai cara untuk menghadapi kecemasan atau depresi.

Bulimia dipengaruhi oleh sejumlah faktor sosial dan psikologis yang kompleks. Remaja dan dewasa muda yang menghadapi stres tinggi atau masalah dalam hubungan cenderung lebih rentan terhadap gangguan ini.

Masyarakat masih sering menganggap bulimia sebagai isu tabu, yang mengakibatkan banyak penderita tidak mendapatkan bantuan memadai. Hal ini berpotensi memperburuk kondisi kesehatan física dan mental mereka.

Gejala dan Penanganan

Gejala anoreksia biasanya mencakup penurunan berat badan yang signifikan, kecemasan berlebihan terhadap makanan, serta perubahan suasana hati yang drastis. Sebagai perbandingan, gejala bulimia terlihat melalui fluktuasi berat badan yang tajam dan ketidakstabilan emosional.

Mencari bantuan profesional adalah langkah penting jika ada indikator-indikator gangguan makan. Pendekatan pengobatan sering kali melibatkan kolaborasi antara terapis, dokter, dan ahli gizi untuk menangani aspek fisik dan psikologis.

Dukungan dari keluarga dan jaringan sosial juga berperan penting dalam proses penyembuhan. Program rehabilitasi dan konseling dapat membantu individu untuk membangun pola makan yang sehat serta mengatasi faktor pemicu gangguan tersebut.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Kesadaran dan Penanganan Gangguan Makan di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!