Polisi Jakarta Pusat kini tengah mendalami laporan mengenai es kue jadul yang diduga terbuat dari bahan spons. Penyelidikan ini dimulai setelah video viral di media sosial yang memperlihatkan potongan es kue mencair seperti spons.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah
Viralnya Video yang Memicu Penyelidikan
Penyelidikan mengenai es kue ini berawal dari sebuah video yang viral di media sosial, di mana seorang pria menunjukkan es kue jadul yang terlihat mencurigakan. Dalam video tersebut, pria tersebut bahkan mencoba membakar es kue tersebut sambil memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyatakan, "Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi." Tindakan cepat ini diambil untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya.
Polisi menyita beberapa barang dagangan dari lokasi untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan konsumen di tengah isu yang sedang berkembang.
Hasil Pemeriksaan Tim Dokpol
Tim Keamanan Pangan dari Dokpol Polda Metro Jaya melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap berbagai sampel, termasuk es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat. AKBP Roby memastikan, "Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas" bahwa semua produk aman untuk dikonsumsi.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Meskipun hasil awal menunjukkan bahwa produk tersebut tidak mengandung bahan berbahaya, pihak Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri juga turut melakukan pengambilan sampel. Hasil resmi dari uji ini masih dalam proses dan diharapkan bisa memberikan kepastian lebih lanjut.
Langkah ini diambil untuk menjaga ketenangan publik yang mungkin merasa khawatir akibat isu yang beredar.
Keadilan Bagi Pedagang Kecil
Setelah hasil pemeriksaan dinyatakan aman, salah satu pedagang bernama Suderajat diizinkan pulang ke rumahnya di Kota Depok. Polisi pun memberikan kompensasi atas barang dagangan yang sempat diamankan.
AKBP Roby menegaskan, "Kami memahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan harian, oleh karena itu kami mengganti kerugian." Ini menunjukkan perhatian polisi terhadap dampak ekonomi pada pedagang kecil yang terimbas oleh isu tersebut.
Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyebarkan isu di media sosial. "Isu seperti ini cepat sekali viral, padahal belum tentu benar," ujarnya, serta mendorong masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran melalui Call Center 110.
Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: