Bandrek: Minuman Hangat Khas Sunda yang Selalu Menjadi Primadona
Bandrek, minuman hangat khas Sunda, kembali menjadi primadona saat hujan turun. Aroma rempah yang menggugah selera membuat bandrek tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menghibur jiwa.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Tradisi menikmati bandrek telah ada sejak lama dan masih menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Ini menjelaskan mengapa penjual bandrek selalu kebanjiran pelanggan setiap kali cuaca dingin menyapa.
Bandrek berasal dari tradisi masyarakat Sunda yang telah ada sejak berabad-abad lalu. Konon, minuman ini awalnya dibuat untuk menghangatkan tubuh di tengah cuaca dingin.
Proses pembuatan bandrek melibatkan campuran jahe, gula merah, dan rempah-rempah lainnya. Kombinasi ini diracik dengan cara tradisional untuk menghasilkan cita rasa yang khas dan menenangkan.
Baca juga: Menciptakan Suasana Cozy di Kamar Kecil
Bahan utama dalam bandrek adalah jahe, yang dikenal sebagai pereda masuk angin. Jahe dipadukan dengan gula merah untuk memberikan rasa manis yang alami.
Selain jahe dan gula merah, biasanya ditambahkan juga serai dan daun pandan untuk memberikan aroma yang segar. Beberapa varian juga menambahkan susu untuk menciptakan tekstur yang lebih lembut.
Bandrek tidak hanya terkenal karena rasanya yang nikmat, tetapi juga khasiatnya. Minuman ini dipercaya mampu menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh saat cuaca tak menentu.
Kepopuleran bandrek semakin meningkat, terutama di kalangan masyarakat urban. Banyak kafe dan warung menjadikannya sebagai salah satu menu andalan, terutama saat hujan tiba.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: