Viralnya Video Gubernur Dedi Mulyadi Tentang Asal Air Mineral dalam Kemasan
Video Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang terkejut mengetahui asal air baku untuk air minum dalam kemasan dari sumur bor, menjadi viral di media sosial.
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Interaksi ini menimbulkan pertanyaan masyarakat tentang pengambilan air tanah oleh pabrik air mineral di Subang.
Dalam video yang diunggah di akun YouTube @KANGDEDIMULYADICHANNEL, Dedi Mulyadi berinteraksi dengan salah satu pekerja pabrik air mineral. Ia bertanya mengenai asal bahan baku air mineral, mengekspresikan kekagetannya saat mengetahui bahwa air yang digunakan diambil dari bawah tanah melalui sumur bor.
Pekerja pabrik menjelaskan bahwa sumber air tersebut berasal dari dalam tanah, yang menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki sumber air yang aman untuk konsumsi.
Pernyataan Dedi, 'Dikira oleh saya dari air permukaan. Dari air sungai atau mata air,' mencerminkan kebingungan umum mengenai proses pengambilan air untuk air minum berkemasan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang sumber air masih perlu ditingkatkan.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Pengambilan air dari dalam tanah telah diatur oleh standar internasional dan nasional. Menurut IGRAC, badan riset di bawah UNESCO, air minum dalam kemasan dikelompokkan berdasarkan kategori yang telah ditetapkan oleh FDA, termasuk air dari sumur artesis, air mineral, dan lainnya.
Air dari sumur artesis adalah air yang ditarik dari aquifer kedap. Sementara itu, air mineral harus memenuhi kriteria kandungan mineral tertentu.
Kategori 'spring water' merujuk pada air yang mengalir secara alami ke permukaan tanpa tambahan proses, sedangkan air dari sumur diambil menggunakan pompa. Pemahaman mengenai kategori-kategori ini penting bagi masyarakat dalam menyadari sumber daya air.
Di Indonesia, peraturan terbaru mengenai air minum dalam kemasan diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 26/2019. Aturan ini mendefinisikan berbagai kategori air, termasuk air mineral dan air demineral.
Menurut Badan Standarisasi Nasional (BSN), mayoritas air minum dalam kemasan yang dijual di pasaran adalah 'Air Mineral', dengan banyak merek terkemuka seperti Aqua dan Le Minerale.
Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 70 hingga 85 persen air mineral yang diproduksi di Indonesia berasal dari air bawah tanah. Meskipun demikian, penggunaan air untuk air botolan masih terbilang sedikit dibandingkan dengan penggunaan air untuk irigasi.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: