Dinas Perhubungan DKI Jakarta memprediksi sekitar 4 juta warga Jakarta akan tetap berada di kota dan tidak mudik pada Lebaran 2026. Sementara itu, sekitar 6,6 juta warga diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik ke luar kota.
Baca juga: Penjarahan Rumah Eko Patrio: Polisi Selidiki Kericuhan di Kuningan
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat, menyampaikan bahwa lonjakan kunjungan ke berbagai tempat wisata dan pusat perbelanjaan di Jakarta akan terjadi akibat banyaknya warga yang tidak mudik.
Estimasi Jumlah Warga Mudik dan Tidak Mudik
Yayat Sudrajat mencatat bahwa sekitar 6.653.749 warga Jakarta akan melakukan perjalanan mudik. Di sisi lain, ada hampir 4 juta warga yang memilih untuk tidak berpergian ke luar kota.
Warga yang tetap berada di Jakarta diperkirakan akan mengunjungi lokasi-lokasi wisata populer seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan. Beberapa destinasi lain yang juga diprediksi ramai adalah Taman Mini Indonesia Indah, kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, Kepulauan Seribu, Monumen Nasional, dan Kawasan PIK.
Menurut Yayat, fenomena ini menunjukkan pergeseran perilaku warga di Jakarta selama liburan Lebaran ketika sebagian memilih untuk menikmati fasilitas dan atraksi di dalam kota.
Baca juga: Sarapan Sehat: Kunci Performansi Optimal Petinju
Pengaturan Lalu Lintas dan Antisipasi Keramaian
Dalam rangka mengantisipasi kepadatan pengunjung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan berbagai strategi lalu lintas. Salah satu metode yang akan digunakan adalah sistem 'contra flow' serta pembatasan kendaraan dengan ganjil-genap di area wisata.
Yayat menekankan, 'Selain kami mempersiapkan orang yang mudik, ada kurang lebih 4 juta yang tidak mudik, maka potensi terhadap lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan, kita prediksi akan memadati lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan.'
Sebagai langkah persiapan, Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan menyiagakan 2.082 personel beserta sarana pendukung seperti mobil patroli dan traffic cone untuk mengatur lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Prediksi Arus Mudik dan Balik
PT Jasa Marga memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026, atau H-3 Lebaran, sedangkan arus balik diprediksi terjadi pada 23 Maret 2026 (H+3 Lebaran).
Yayat mengungkapkan, 'Prediksi proyeksi volume lalu lintas yang keluar Jakarta pada H-10 sampai dengan H-11, kurang lebih ada 3.671.078 kendaraan.' Sedangkan proyeksi lalu lintas yang masuk Jakarta dari H-10 hingga H+10 diperkirakan sebanyak 3.540.379 kendaraan.
Angka-angka ini mengindikasikan pentingnya antisipasi terhadap kepadatan lalu lintas, terutama di area-area yang kemungkinan besar akan ramai dengan pengunjung yang memilih untuk tetap berada di Jakarta.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion Tak Lekang Oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: