Senin, 09 MARET 2026 • 13:11 WIB

Teknologi AI Bantu Deteksi Kanker Secara Efektif di Indonesia

Author

Teknologi AI Bantu Deteksi Kanker Secara Efektif di Indonesia

Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah merambah ke berbagai bidang, termasuk di sektor kesehatan, dengan fokus pada deteksi kanker. Di Indonesia, Siloam dan AstraZeneca menghadirkan inovasi AI untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan diagnosis kanker.

Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR

Upaya ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian akibat kanker, terutama kanker payudara. Data Global Cancer Observatory mengungkapkan bahwa lebih dari 22 ribu kematian disebabkan kanker payudara di Indonesia pada tahun 2020.

Inovasi Teknologi dalam Deteksi Kanker

Kolaborasi antara Siloam dan AstraZeneca bertujuan untuk menekan angka kanker, khususnya kanker payudara dan paru-paru. Kanker paru juga tercatat sebagai salah satu jenis kanker dengan kasus baru terbanyak ketiga di Indonesia.

Kolaborasi ini menjadikan teknologi AI sebagai alat yang berperan penting dalam diagnosis dini kanker. Dengan pengembangan alat berbasis AI, diharapkan dapat meningkatkan deteksi awal dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Esra Erkomay, Country President AstraZeneca Indonesia, mengungkapkan, "Deteksi kanker pada tahap lebih awal tidak hanya meningkatkan angka kelangsungan hidup, tetapi juga mengurangi kompleksitas pengobatan."

Baca juga: Momen-Momen Kecil yang Membawa Kebahagiaan

Akurasi AI dalam Mendeteksi Kanker Payudara

Teknologi AI berperan dalam proses klasifikasi HER2, yang menjadi faktor penting dalam menentukan pengobatan kanker payudara. Klasifikasi ini meliputi berbagai kategori mulai dari negatif hingga positif.

Dr. Jeffry Beta Tenggara, seorang dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan, "Proses identifikasi jenis HER2 ini dapat mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu."

Data dari American Society of Clinical Oncology (ASCO) menunjukkan bahwa akurasi AI dalam mendeteksi kanker payudara mencapai sekitar 92 persen. Angka ini menunjukkan potensi teknologi AI dalam mengubah cara diagnosisi kanker dilakukan.

Peran AI dalam Deteksi Kanker Paru

AI juga telah dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan deteksi kanker paru, yang sering kali ditandai oleh adanya benjolan pada jaringan paru. Proses diagnosa biasanya melibatkan analisis CT scan untuk menemukan nodul.

Namun, mengidentifikasi nodul bisa menjadi tantangan karena dapat tertutup oleh struktur lainnya. Dalam konteks ini, AI memainkan peran penting dalam mempercepat proses diagnosa.

Dokter spesialis radiologi, Dr. Dewi Tantra Hardiyanto, menyatakan, "AI ini membantu mengidentifikasi pemeriksaan yang kemungkinan normal atau tidak, jadi radiologi dapat mempercepat waktu dan lebih fokus pada kasus-kasus yang abnormal."

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU