Hari Obesitas Sedunia diperingati pada 4 Maret sebagai pengingat pentingnya penanganan masalah obesitas di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Dengan Kecerdasan Buatan
Data menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada penduduk berusia di atas 18 tahun telah meningkat dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023.
Prevalensi dan Penyebab Obesitas
Obesitas sering kali disebabkan oleh konsumsi kalori yang berlebihan dari makanan dan minuman, baik dalam bentuk pangan olahan maupun siap saji.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengungkapkan bahwa tren penyakit tidak menular terus meningkat selama tiga dekade terakhir.
Nadia menyatakan, 'Kalau kita lihat beberapa terkait penyakit tidak menular, trennya sejak 3 dekade terus meningkat. Saat dilakukan intervensi meningkat dan biaya BPJS Kesehatan paling besar itu penyakit tidak menular.'
Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral
Inisiatif Edukasi Masyarakat
Dalam rangka mengatasi masalah ini, Nutrifood, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, meluncurkan kampanye edukatif #BatasiGGL untuk menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.
Program ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat dalam membaca label kemasan pangan olahan.
Nadia mengingatkan, 'Label batasi GGL ini penting dilakukan dan obesitas umumnya bukan terjadi saat ini, karena ada sebuah proses dan gaya hidup kita, kalau sudah mulai obesitas sudah pasti lebih cepat kena penyakit jantung, stroke, ginjal berisiko lebih besar.'
Peran Pendidikan dan Kesadaran Dalam Pemilihan Pangan
Dr. Puspo Edi Giriwono, STP., Magr., Direktur SEAFAST Center IPB, menjelaskan bahwa pemahaman masyarakat tentang proses pengolahan dan bahan makanan yang digunakan adalah tantangan penting.
Ia mengatakan, 'Edukasi publik menjadi kunci penting untuk menurunkan risiko obesitas tanpa harus membatasi akses pangan.'
Dengan memahami informasi yang terdapat pada label kemasan, masyarakat akan lebih mampu mengontrol asupan rsila.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR RI Dirusak, Ahmad Sahroni Cerita di Balik Koleksinya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: