Selasa, 03 MARET 2026 • 21:08 WIB

Prediksi Mengerikan: Kanker Payudara Dianggap Capai 3,5 Juta Kasus pada 2050

Author

Prediksi Mengerikan: Kanker Payudara Dianggap Capai 3,5 Juta Kasus pada 2050

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kanker payudara kini menjadi penyebab utama diagnosis penyakit pada wanita di seluruh dunia. Diprediksi, jumlah kasus akan mencapai 3,5 juta pada tahun 2050, meningkatkan perhatian terhadap isu ini.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Studi ini juga menggarisbawahi perbedaan signifikan dalam angka kematian akibat kanker payudara antara negara berpendapatan tinggi dan rendah. Kecenderungan ini menunjukkan peningkatan kematian di negara-negara berpendapatan rendah, menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan global.

Tren Global Kanker Payudara

Dalam laporan terbaru yang dipublikasikan oleh CNN, tercatat sekitar 2,3 juta wanita didiagnosis dengan kanker payudara di seluruh dunia pada tahun 2023. Penyakit ini juga menyebabkan 764.000 kematian, menjadikannya salah satu penyebab kematian utama di kalangan perempuan.

Kanker payudara kini menyumbang hampir 25% dari total diagnosis kanker di seluruh dunia. Studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Oncology ini memberikan gambaran mengkhawatirkan mengenai kondisi kesehatan global di masa depan.

Data menunjukkan adanya penurunan hampir 30% angka kematian akibat kanker payudara di negara berpendapatan tinggi antara tahun 1990 dan 2023. Hal ini terjadi berkat investasi dalam program skrining dan pengobatan yang lebih baik.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Disparitas Angka Kematian

Sebaliknya, negara berpendapatan rendah menunjukkan peningkatan angka kematian yang signifikan, hampir dua kali lipat dalam periode yang sama. Di negara-negara tersebut, angka diagnosis kanker payudara juga meningkat sekitar 147%, menciptakan ketidakadilan dalam perawatan kesehatan.

Penulis senior studi, Dr. Lisa Force, menekankan bahwa, "Ada perbaikan dalam angka kematian seiring waktu di negara-negara berpendapatan tinggi, tetapi benar-benar terdapat ketimpangan dalam kemajuan dan meningkatnya angka kematian di beberapa negara berpendapatan rendah."

Kondisi ini mengindikasikan bahwa akses terhadap upaya preventif dan pengobatan kanker payudara masih terbatas di banyak negara berkembang, memperburuk situasi kesehatan masyarakat.

Kondisi di Afrika Sub-Sahara

Di Afrika Sub-Sahara, situasi semakin mencemaskan, dengan angka kematian mencapai lebih dari dua kali lipat rata-rata global, yaitu sekitar 35 kematian per 100.000 orang setiap tahunnya. Masalah ini kian kompleks dengan rendahnya akses terhadap perawatan medis.

Dr. Kamal Menghrajani, seorang onkolog, menjelaskan, "Hasil yang dialami seseorang akibat kanker bergantung pada negara tempat mereka tinggal. Dan seharusnya tidak demikian."

Peningkatan angka kematian di bangunan sub-Sahara menjadi perhatian tersendiri, terutama mengingat tantangan yang dihadapi dalam memastikan akses perawatan yang memadai bagi wilayah ini.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU