Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:29 WIB

Kilas Balik Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Pengobatan

Author

Kilas Balik Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Pengobatan

Tinnitus, yang dikenal sebagai telinga berdenging, menjadi masalah kesehatan yang dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. Meskipun sering kali dianggap sepele, kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal

Beragam penyebab dapat memicu timbulnya tinnitus, mulai dari paparan suara keras hingga masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang ini sangat penting untuk penanganan yang tepat.

Penyebab Tinnitus

Penyebab utama tinnitus sangat beragam, dengan salah satu yang paling umum adalah paparan suara keras dalam jangka waktu lama. Menurut beberapa penelitian, bunyi bising dari pekerjaan, konser, dan alat musik dapat merusak sel pendengaran.

Infeksi telinga dan penumpukan cairan juga telah terbukti menjadi pemicu yang sering. Gangguan pada telinga tengah serta kondisi kesehatan seperti hipertensi dan diabetes juga berkontribusi dalam meningkatkan risiko terkena tinnitus.

Salah satu penyakit yang sering dikaitkan adalah penyakit Meniere, yang dikarakterisasi oleh gangguan pendengaran dan ketidakstabilan. Beberapa obat-obatan, termasuk antibiotik dan diuretik, dapat memiliki efek samping yang berupa tinnitus.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial Masyarakat

Gejala Tinnitus

Gejala yang biasa muncul pada tinnitus meliputi suara berdengung yang bervariasi dalam intensitas. Suara ini dapat terdengar seperti desiran, bunyi terputus, atau berbagai variasi lainnya.

Tinnitus bisa bersifat sementara atau kronis tergantung pemicu yang mendasarinya. Penderita juga sering mengalami kesulitan tidur, gangguan konsentrasi, serta perubahan mood yang signifikan.

Penting untuk dicatat bahwa tinnitus bukanlah penyakit mandiri, melainkan gejala yang bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Pengobatan Tinnitus

Pengobatan tinnitus bervariasi tergantung pada penyebab dan seberapa parah gejalanya. Dalam kasus tertentu, terapi mungkin tidak diperlukan jika gejala bersifat sementara dan tidak mengganggu aktivitas.

Metode pengobatan yang umum termasuk terapi suara, seperti penggunaan alat bantu dengar atau generator suara, yang bisa membantu meredakan gejala. Terapi kognitif perilaku (CBT) juga digunakan untuk mengatasi dampak psikologis dari tinnitus.

Ketika gejala sudah lebih berat, tindakan medis mungkin dibutuhkan, terutama jika ada kelainan struktural di telinga. Konsultasi dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan sangat dianjurkan untuk mendapatkan langkah penanganan yang tepat.

Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU