Nyeri sendi merupakan masalah kesehatan umum yang dihadapi oleh banyak lansia di Indonesia, dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup mereka.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?
Pengelolaan yang tepat melalui berbagai metode pengobatan dan terapi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan dan mobilitas mereka.
Penyebab Nyeri Sendi pada Lansia
Nyeri sendi pada lansia dapat disebabkan oleh beragam faktor, termasuk penyakit degeneratif seperti osteoartritis. Osteoartritis terjadi ketika kartilago yang melindungi sendi mulai menipis seiring bertambahnya usia.
Selain osteoartritis, rheumatoid arthritis juga merupakan penyebab umum lainnya yang dapat menyebabkan inflamasi pada sendi. Tidak jarang, penyakit ini lebih banyak dialami oleh wanita, mengakibatkan rasa kaku dan nyeri pada sendi.
Cedera atau trauma pada sendi juga sering dihadapi oleh lansia yang mengalami penurunan kekuatan otot. Hal ini dapat memperburuk nyeri, terutama setelah melakukan aktivitas fisik.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda
Obat yang Dapat Digunakan
Beragam jenis obat dapat digunakan untuk meredakan nyeri sendi, termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen. Obat-obat ini mampu mengurangi rasa sakit dan peradangan yang dialami.
Dalam kondisi yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan analgesik seperti paracetamol setelah melakukan konsultasi. Pada kasus yang sangat serius, opioids dapat direkomendasikan sebagai penghilang nyeri terkuat.
Konsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat-obatan ini sangat penting, terutama bagi lansia yang memiliki masalah kesehatan lain yang mungkin terdampak.
Terapi Alternatif yang Disarankan
Di samping obat-obatan, terapi fisik adalah pendekatan yang direkomendasikan untuk membantu mengurangi nyeri sendi. Latihan fisik yang bersifat ringan dapat meningkatkan fleksibilitas serta kekuatan otot di sekitar sendi.
Beberapa individu juga mencoba terapi alternatif seperti akupunktur atau pijat untuk meredakan nyeri sendi. Penelitian menunjukkan bahwa metode ini bisa efektif dalam mengurangi rasa sakit pada beberapa pasien.
Suplemen seperti glukosamin dan kondroitin semakin populer di kalangan lansia. Meskipun efikasinya dapat berbeda-beda untuk setiap individu, banyak yang melaporkan adanya perbaikan setelah mengonsumsi suplemen ini secara rutin.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: