Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, kembali menekankan bahwa beasiswa dari pemerintah merupakan amanah yang tidak boleh disalahartikan. Pernyataan ini muncul setelah kasus viral seorang penerima beasiswa LPDP yang memicu kontroversi di kalangan netizen.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik
Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni Institut Teknologi Bandung, menjadi pusat perhatian setelah mengunggah konten yang dianggap merendahkan dukungan negara. Stella menegaskan bahwa sikap ini menunjukkan pentingnya pendidikan moral dalam pemahaman penerima beasiswa.
Kontroversi Penerima Beasiswa LPDP
Dwi Sasetyaningtyas menjadi viral setelah mengungkapkan pendapat kontroversial, 'Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan.' Unggahan ini menciptakan kemarahan di kalangan netizen, yang merasa pernyataan tersebut tidak mencerminkan rasa syukur terhadap dukungan yang diberikan oleh negara.
Stella Christie menjelaskan bahwa reaksi tersebut mencerminkan kurangnya pemahaman tentang nilai moral dalam pendidikan. 'Kontroversi yang muncul belakangan ini pada dasarnya mencerminkan kegagalan pendidikan moral pada tahap awal kehidupan,' ujar Stella.
Menyusul reaksi publik, Stella menegaskan pentingnya melihat setiap beasiswa sebagai utang budi. 'Bagi setiap penerima beasiswa, kita harus memahami bahwa ini adalah utang budi,' imbuhnya.
Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial
Pentingnya Patriotisme dan Rasa Syukur
Stella menyatakan bahwa patriotisme tidak selalu harus ditunjukkan dengan kembali ke Tanah Air. Dalam banyak situasi, mempertahankan posisi di luar negeri bisa mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia.
'India adalah contoh nyata: sejumlah warganya menduduki posisi puncak di Silicon Valley, seperti Sundar Pichai, dan dari sanalah tercipta aliran investasi serta lapangan kerja bagi negaranya,' tambah Stella.
Ia mendorong penerima beasiswa untuk fokus pada kontribusi mereka bagi masyarakat. 'Fokus pada individu akan membuat mereka bernalar dengan lebih tajam,' pungkasnya.
Tanggapan LPDP dan Kewajiban Penerima Beasiswa
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan teguran kepada Dwi Sasetyaningtyas terkait unggahan yang viral. Institut tersebut khawatir bahwa citra penerima beasiswa akan terlanjur buruk akibat pernyataan tersebut.
Kasus ini semakin meluas seiring dengan pengungkapan kehidupan pribadi Dwi, serta dugaan ketidakpatuhannya dalam menjalankan kewajibannya sebagai penerima beasiswa. Netizen mengungkap informasi mengenai aktivitasnya yang dianggap merendahkan.
Meskipun demikian, Dwi juga telah terlibat dalam berbagai inisiatif positif, seperti menanam 10 ribu pohon bakau di pesisir pantai dan membantu ibu rumah tangga mendapatkan penghasilan dari rumah. Namun, pandangan negatif di media sosialnya masih menjadi sorotan.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: