Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 15:05 WIB

Kematian Tragis Pelajar Terkait Insiden dengan Anggota Brimob di Tual

Author

Kematian Tragis Pelajar Terkait Insiden dengan Anggota Brimob di Tual

Sebuah kejadiaan menyedihkan terjadi di dekat RSUD Maren, Kota Tual, pada Kamis, 19 Februari 2026, yang mengakibatkan seorang pelajar berusia 14 tahun, Arianto Tawakal, meninggal dunia.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Insiden ini diduga melibatkan seorang anggota Brimob yang memukul korban dengan helm, yang menyebabkan Arianto kehilangan kendali atas sepeda motornya.

Kronologi Peristiwa Tragis

Insiden ini bermula ketika Arianto dan kakaknya, Nasri Karim, sedang melintas di jalan menurun setelah meninggalkan area rumah sakit. Saat itu, mereka tidak menyangka akan bertemu dengan anggota Brimob di pinggir jalan.

Nasri menceritakan bahwa, "Kami jalan sendiri. Dari arah rumah sakit Maren kami putar balik. Memang posisi turunan jadi motor agak laju. Adik sudah bilang ada polisi di depan."

Saat mendekati turunan, Bripda Masias Siahaya, anggota Brimob, tiba-tiba muncul dan memukul Arianto dengan helm yang dikenakan. "Waktu kami sudah dekat, dia langsung loncat dari balik pohon. Langsung ayunkan helm yang dipakai, kena tepat di wajah adik saya," ungkap Nasri.

Akibat pukulan itu, Arianto tidak bisa mengendalikan sepeda motornya. "Dia masih pegang motor, mata sudah tertutup. Karena kena di wajah, dia hilang kendali," kata Nasri menjelaskan kondisi adiknya.

Reaksi Keluarga dan Komunitas

Setelah kejadian tersebut, Arianto dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong. Kematian tersebut memicu kemarahan di kalangan keluarga dan warga Tual, yang berbondong-bondong mendatangi markas Brimob.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Moksen Ali, anggota keluarga korban, mengekspresikan kekecewaan dan kemarahan, menyatakan, "Kalau memang salah, kenapa tidak diberikan pembinaan saja? Kenapa harus dipukul seperti binatang?" Ia menyerukan agar pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Keluarga berharap proses hukum bisa berjalan transparan dan adil bagi mereka. Mereka berdetermninasi untuk mengawal kasus ini hingga keadilan tercapai.

Menanggapi hasil protes, pihak kepolisian menyatakan komitmennya untuk menangani kasus ini dengan profesional dan transparan.

Proses Hukum Berlanjut

Polda Maluku mengonfirmasi bahwa Bripda Masias Siahaya sudah diamankan dan ditahan. Kombes Rositah Umasugi, Kabid Humas Polda Maluku, menuturkan, "Bripda MS telah diamankan dan ditahan di Rutan Polres Tual, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku."

Rositah menambahkan bahwa proses hukum tidak hanya berjalan di ranah pidana, tetapi juga Kode Etik Profesi Polri akan diterapkan. Jika terbukti bersalah, sanksi tegas bisa diterapkan, termasuk kemungkinan pemecatan.

Kapolda Maluku juga telah memerintahkan pengawasan yang ketat untuk memastikan proses penanganan kasus ini menjadi lebih serius. "Kapolda Maluku telah memerintahkan Irwasda dan Kabid Propam untuk melakukan investigasi mendalam terhadap penanganan," ujarnya.

Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak dan diharapkan dapat diusut dengan transparan demi mencapai keadilan bagi keluarga korban.

Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU