Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 18:15 WIB

Meningkatnya Kasus Kanker Usus Besar di Kalangan Muda dan Dampaknya

Author

Meningkatnya Kasus Kanker Usus Besar di Kalangan Muda dan Dampaknya

Kanker usus besar kini menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada individu di bawah usia 50 tahun, memicu kekhawatiran yang mendalam di berbagai kalangan masyarakat.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal

Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus dan kematian, menyoroti pentingnya kesadaran terhadap gejala dan skrining kesehatan yang lebih awal.

Tren Meningkatnya Kematian Kanker Usus Besar di Kalangan Muda

Kisah Jenna Scott, yang didiagnosis kanker usus besar stadium 4 pada usia 31 tahun, mencerminkan pengalaman banyak individu yang menghadapi diagnosis serupa. Penelitian dalam jurnal medis JAMA menunjukkan bahwa kanker kolorektal saat ini merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada dewasa muda di Amerika Serikat.

Sejak tahun 2005, angka kematian akibat kanker usus besar pada individu di bawah 50 tahun meningkat 1,1% setiap tahunnya. Sementara itu, tren kematian akibat jenis kanker lainnya seperti paru-paru dan payudara justru menunjukkan penurunan yang signifikan.

Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan

Penyebab Kenaikan Angka Kematian

Menurut Dr. Ahmedin Jemal dari American Cancer Society, 'Kita tidak tahu pasti mengapa ini meningkat. Ini tidak bisa lagi disebut sebagai penyakit orang tua.' Pernyataan ini menegaskan bahwa kanker usus besar kini menjangkit lebih banyak individu muda.

Diperlukan penelitian lebih mendalam untuk memahami faktor-faktor apa saja yang mendorong lonjakan ini, terutama bagi generasi yang lahir setelah tahun 1950. Ada kemungkinan bahwa perubahan gaya hidup dan pola makan turut berkontribusi terhadap masalah ini.

Gejala Kanker Usus Besar yang Harus Diwaspadai

Salah satu tantangan utama dalam menangani kanker usus besar pada orang muda adalah keterlambatan diagnosis. Sekitar 60% pasien di bawah 50 tahun baru terdiagnosis saat kanker sudah memasuki stadium 3 atau 4, karena tidak memenuhi kriteria skrining rutin.

Gejala yang sering diabaikan termasuk darah dalam tinja atau perdarahan rektal, perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari beberapa hari, serta nyeri perut atau kram yang terus-menerus. Para ahli merekomendasikan agar skrining rutin dimulai sejak usia 45 tahun untuk deteksi lebih awal.

Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Tanpa Kata-kata

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU