Kondisi nokturia, yaitu terbangun di malam hari untuk buang air kecil, adalah pengalaman yang umum bagi banyak orang berusia di atas 30 tahun.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda
Sekitar sepertiga dari populasi dewasa mengalami kondisi ini, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 65 tahun.
Penyebab Utama Nokturia
Nokturia umumnya dipicu oleh dua faktor kunci: produksi urine yang berlebihan di malam hari dan ketidakmampuan kandung kemih menampung urine. Hal ini sering dialami oleh sepertiga individu dengan gejala ini.
Dr. Donald Bliwise, seorang spesialis tidur di Emory University Medical Center, menyatakan bahwa faktor usia memiliki peran besar dalam kondisi ini. 'Produksi urin yang sebelumnya tinggi di siang hari, beralih ke malam hari seiring dengan penurunan fungsi ginjal dan perubahan hormonal,' jelasnya.
Penuaan juga berhubungan dengan perubahan elastisitas kandung kemih, melemahnya otot dasar panggul, serta pembesaran prostat pada pria. 'Makanya lansia sering mengalami nokturia,' tambah Dr. Alayne Markland, kepala geriatri di University of Utah Health.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Kondisi Kesehatan yang Meningkatkan Risiko
Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya nokturia, terlepas dari usia. Diabetes dan hipertensi, misalnya, dapat memaksa ginjal untuk bekerja lebih keras memproduksi urine.
Selama kehamilan, tekanan dari rahim yang membesar juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, serupa dengan pasien yang memiliki gagal jantung atau masalah sirkulasi.
Dr. Bliwise menambahkan bahwa apnea tidur juga turut berkontribusi terhadap nokturia, di mana gangguan pernapasan ini memicu tubuh memproduksi lebih banyak urine saat malam hari.
Cara Mengurangi Frekuensi Nokturia
Meskipun penuaan adalah hal yang tak terelakkan, perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi frekuensi terbangun di malam hari. Menghindari minuman seperti teh, kopi, dan alkohol sebelum tidur adalah langkah pertama yang dapat diterapkan.
Dr. Alison Huang, dokter umum di University of California, San Francisco Health, menyarankan agar individu memperhatikan asupan cairan secara keseluruhan. 'Sebaiknya hindari minum cairan dalam dua hingga empat jam sebelum tidur,' ujarnya.
Bagi mereka yang mengalami pembengkakan di pergelangan kaki atau tungkai, stoking kompresi bisa membantu mencegah penumpukan cairan. Latihan rutin untuk memperkuat otot dasar panggul juga dianggap bermanfaat bagi penderita dengan kandung kemih yang terlalu aktif.
Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: