Serangan jantung dan kematian jantung mendadak sering kali disamakan oleh banyak orang, padahal keduanya memiliki mekanisme yang berbeda. Dr. Ardian Rizal menjelaskan bahwa pemahaman yang tepat bisa membantu mencegah konsekuensi yang fatal.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR RI Dirusak, Ahmad Sahroni Cerita di Balik Koleksinya
Kematian jantung mendadak berkaitan erat dengan gangguan listrik pada jantung, sedangkan serangan jantung disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah koroner. Edukasi mengenai tanda-tanda dan gejala dari kedua kondisi ini sangat penting untuk kesehatan masyarakat.
Perbedaan Fundamental antara Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak
Menurut Dr. Ardian Rizal, serangan jantung dan kematian jantung mendadak memiliki akar masalah yang berbeda. Kematian jantung mendadak biasanya terjadi akibat gangguan listrik, sementara serangan jantung berhubungan langsung dengan penyumbatan arteri koroner.
Data menunjukkan bahwa sekitar 26,3 persen kematian jantung disebabkan oleh aritmia. Ini menunjukkan bahwa individu yang terlihat sehat masih bisa mengalami masalah jantung serius.
Dr. Ardian juga menekankan pentingnya edukasi tentang gejala awal dari kedua kondisi tersebut. Kenali tanda-tanda seperti detak jantung yang tidak teratur untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Kasus Atlet: Kolaps Saat Bertanding
Kasus kolapsnya atlet yang tampak sehat saat bertanding mencerminkan perbedaan nyata antara serangan jantung dan kematian jantung mendadak. Aritmia menjadi penyebab utama henti jantung mendadak dalam kasus ini.
Dr. Ardian menyatakan, 'Pasien dengan gangguan irama jantung fatal peluang bertahan hidupnya kurang dari satu persen jika tidak segera tertangani.' Hal ini menunjukkan pentingnya penanganan cepat.
Contoh ekstrem lainnya adalah kerusakan otot jantung yang menyebabkan gangguan listrik. Kesadaran dan edukasi tentang aritmia sangat diperlukan untuk mencegah situasi kritis ini.
Deteksi Dini dan Pencegahan
Deteksi dini sangat penting dalam mencegah kematian mendadak akibat aritmia. Memahami gejala dapat menjadi langkah awal yang signifikan.
Pemeriksaan kesehatan rutin serta konsultasi dengan dokter spesialis jantung juga dapat mengidentifikasi potensi gangguan lebih awal. Khususnya bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner.
Edukasi tentang gejala awal dan tindakan yang perlu diambil saat gejala muncul sangat penting. Hal ini bisa mendorong individu untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan jantung mereka.
Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: