Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 18:09 WIB

Konflik Anggaran Proyek Kapal: Saling Sindir Purbaya dan Trenggono

Author

Konflik Anggaran Proyek Kapal: Saling Sindir Purbaya dan Trenggono

Pertikaian antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono kini semakin menarik perhatian publik terkait anggaran proyek pembangunan kapal KKP.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Dengan Kecerdasan Buatan

Purbaya menegaskan bahwa meski ada anggaran yang disisihkan, pemesanan kapal belum terealisasi, sementara Trenggono menjelaskan bahwa proyek ini adalah hasil pinjaman dari Inggris.

Awal Mula Sindiran di Forum Resmi

Ketegangan antara Purbaya dan Trenggono mulai terlihat dalam forum resmi di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Purbaya mengungkapkan kebingungan karena telah ada anggaran untuk proyek pembangunan, namun belum ada pelaku industri yang menerima pesanan untuk kapal tersebut.

Diskusi tersebut memunculkan tanda tanya besar mengenai keberadaan pengusaha yang seharusnya terlibat.

Peserta forum yang hadir juga menyatakan bahwa mereka belum mendapatkan order dari KKP, yang membuat situasi semakin rumit.

Respon Menteri KKP atas Pernyataan Menkeu

Trenggono kemudian memberikan tanggapan atas kritik Purbaya dengan menyatakan ketidakpahaman terkait pernyataan Menkeu.

Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia

Ia menekankan bahwa dana untuk proyek kapal ini berasal dari pinjaman Inggris, bukan anggaran negara, dan proses masih berjalan.

Trenggono juga menjelaskan bahwa Badan Logistik Pertahanan, bukan KKP, yang akan bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek ini.

Ia menyarankan agar Purbaya melakukan konfirmasi terkait data internal sebelum memberikan komentar lebih lanjut.

Klarifikasi Menteri Keuangan Mengenai Data

Menanggapi situasi tersebut, Purbaya mengakui adanya kemungkinan kesalahan data dari pihaknya, berlandaskan penjelasan dari Trenggono.

Ia menekankan pentingnya bahwa pencairan dana, termasuk dari pinjaman luar negeri, tetap melalui Kementerian Keuangan.

Purbaya juga menyampaikan bahwa perencanaan proyek besar harus mempertimbangkan langkah-langkah persiapan yang matang, di luar hanya ketersediaan anggaran.

Ia menyebut Trenggono sebagai sahabat dan berharap penyelesaian masalah ini dapat dilakukan secara langsung untuk mencegah kesalahpahaman lebih lanjut.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU