Masyarakat Muslim di seluruh dunia sedang mempersiapkan diri untuk menyambut bulan puasa Ramadan, yang merupakan periode penting dalam kalender Islam.
Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial
Diperkirakan, hari pertama puasa di Arab Saudi akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan perhitungan astronomis yang dilakukan oleh Universitas King Abdulaziz.
Prediksi Awal Puasa
Universitas King Abdulaziz memperkirakan bahwa Ramadan 2026 akan dimulai pada Kamis, 19 Februari.
Secara tradisional, kepastian tanggal puasa ditentukan sehari sebelum dimulainya puasa, berdasarkan pengamatan bulan.
Pengamatan ini melibatkan metode astronomis dan pengamatan fase bulan yang relevan.
Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan
Konfirmasi Dari Ahli Astronomi
Ibrahim Al Jarwan, Presiden Masyarakat Astronomi Emirat, turut mengonfirmasi bahwa awal puasa diperkirakan sama yaitu pada 19 Februari.
Dia meramalkan bulan sabit Ramadan akan terlihat pada Selasa, 17 Februari dan akan menghilang setelah matahari terbenam.
Seandainya ramalan ini akurat, puasa diperkirakan akan berakhir pada 19 Maret 2026.
Metode Penentuan Waktu Puasa
Pemerintah Arab Saudi menggunakan kombinasi metode hisab wujudul hilal dan rukyat untuk menetapkan waktu puasa.
Departemen Astronomi di Universitas King Abdulaziz adalah institusi tertua yang berfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan antariksa di Kerajaan.
Tahun ini, durasi puasa diperkirakan berkisar antara 12 hingga 13 jam, dengan kondisi cuaca yang lebih sejuk dibandingkan tahun lalu.
Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: