Kayu manis dikenal lebih dari sekadar rempah dalam masakan, melainkan juga sebagai agen kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa kayu manis memiliki potensi dalam mengontrol kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah
Dengan meningkatnya jumlah penderita diabetes di Indonesia, banyak orang mulai mencari alternatif alami untuk mengatur kadar gula mereka. Salah satu pilihan yang menonjol adalah kayu manis, yang menawarkan solusi sederhana namun efektif.
Apa Itu Kayu Manis?
Kayu manis berasal dari kulit pohon Cinnamomum dan terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Cassia dan Ceylon. Masing-masing jenis memiliki karakteristik rasa dan aroma yang berbeda.
Di Indonesia, penggunaan kayu manis sangat umum dalam berbagai masakan tradisional, seperti kue dan masakan berkuah. Selain fungsinya dalam kuliner, kayu manis juga memiliki sejarah yang kaya dalam pengobatan tradisional berkat sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
Bagaimana Kayu Manis Mempengaruhi Kadar Gula Darah?
Penelitian terkini mengungkap bahwa kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang dibutuhkan untuk mengatur kadar gula darah. Dengan demikian, kayu manis membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa lebih efisien.
Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial
Sebuah studi dalam Journal of the American College of Nutrition menemukan bahwa konsumsi kayu manis dapat mengurangi kadar glukosa darah puasa. Partisipan yang mengonsumsi ekstrak kayu manis mengalami penurunan kadar gula darah yang signifikan setelah beberapa minggu.
Meski demikian, efek dari kayu manis ini dapat bervariasi antara individu. Faktor-faktor seperti kondisi kesehatan dan gaya hidup masing-masing individu dapat memengaruhi tingkat efektivitasnya.
Cara Mengonsumsi Kayu Manis untuk Manfaat Optimal
Terdapat berbagai cara untuk menambahkan kayu manis ke dalam diet, seperti menaburkannya pada oatmeal atau smoothie. Kayu manis juga bisa diseduh dalam bentuk teh dengan merebus batangnya dalam air panas.
Walaupun kayu manis umumnya dianggap aman, konsumsi berlebihan harus dihindari. Mengonsumsi lebih dari 1-2 sendok teh sehari dapat berisiko, terutama untuk jenis Cassia yang mengandung kumarin, senyawa yang berpotensi berbahaya dalam jumlah yang besar.
Menggantikan gula dengan kayu manis dalam resep-resep manis dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan. Penggunaan kayu manis sebagai bumbu masakan dapat membantu mengurangi asupan gula secara keseluruhan.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: