Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan perhatian mendalam terhadap peningkatan kasus penyakit pascabanjir di Aceh Tamiang. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit melonjak usai bencana tersebut.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi sanitasi yang buruk dan kepadatan populasi di tempat-tempat pengungsian berkontribusi terhadap tingginya angka infeksi. Dengan ini, tim relawan Kemenkes bergerak cepat untuk memberikan penanganan medis yang dibutuhkan.
Peningkatan Kasus Penyakit Pascabanjir
Kemenkes melaporkan bahwa banyaknya kasus ISPA, diare, dan infeksi kulit ditemukan di Desa Sekumur dan Sekerak setelah banjir besar melanda. Dokter Relawan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kemenkes, dr. Yulia Dewi Irawati, menjelaskan bahwa lingkungan yang tidak bersih dan sanitasi yang buruk adalah faktor penyebab utama.
Bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, perhatian khusus diberikan untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Ini dilakukan untuk mencegah penurunan kesehatan lebih lanjut di tengah situasi darurat pascabanjir.
Tim medis mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyakit dan cara menjaga kesehatan, terutama di lokasi pengungsian. Tindakan pencegahan juga melibatkan upaya sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Respon Tim Relawan Kesehatan
Tim relawan Kemenkes secara aktif memberikan pengobatan bagi pasien yang mengalami penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Meskipun dalam keadaan darurat, mereka memastikan semua pasien tetap mendapatkan perlakuan medis yang diperlukan.
Edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi fokus utama program pencegahan yang dijalankan. Hal ini penting demi menjaga kesehatan mental dan fisik masyarakat di daerah terpengaruh.
Setiap anggota tim relawan bekerja dengan penuh dedikasi untuk memastikan akses layanan kesehatan yang layak, mengingat tantangan yang ada di lapangan.
Kondisi Layanan Kesehatan Pasca Banjir
Banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang telah menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas kesehatan di Desa Sekumur. Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sekumur, Siti Aisyah, memberitahukan bahwa banyak alat kesehatan yang hilang, termasuk tempat tidur pasien dan peralatan medis.
Akibat kehilangan alat dan staf medis yang terbatas, pelayanan kesehatan menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Kementerian Kesehatan pun telah mengirim Tim Relawan TCK Batch II untuk membantu meringankan beban ini.
Tim ini diharapkan dapat memperkuat respons kesehatan dan memastikan akses layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan. Kemenkes berupaya keras untuk menyambungkan kembali jaringan layanan kesehatan di kawasan yang terisolasi.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: