Minggu, 11 JANUARI 2026 • 16:34 WIB

Kemenag: Tanggal Awal Puasa Ramadan 2026 Bisa Berbeda, Pastikan Tunggu Sidang Isbat

Author

Kemenag: Tanggal Awal Puasa Ramadan 2026 Bisa Berbeda, Pastikan Tunggu Sidang Isbat

Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan ada kemungkinan perbedaan dalam penetapan tanggal awal puasa Ramadan 1447 Hijriah. Meskipun demikian, keputusan resmi akan diambil setelah sidang isbat yang direncanakan pada 17 Februari 2026.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Rincian mengenai Awal Ramadan 1447 Hijriah

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menjelaskan bahwa dalam kalender Hijriyah, awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026. Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk menunggu keputusan resmi dari sidang isbat.

Thobib juga menyebutkan bahwa organisasi masyarakat (ormas) Muhammadiyah mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa mereka akan memulai Ramadan pada 18 Februari 2026. Hal ini menandakan adanya perbedaan pandangan di antara berbagai masyarakat mengenai kapan harus mulai berpuasa.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Peran Sidang Isbat dalam Penentuan Awal Ramadan

Sidang isbat menjadi forum penting untuk menentukan awal Ramadan di Indonesia. Thobib menekankan, "Dalam praktiknya, perbedaan ini sudah menjadi hal yang biasa terjadi di Indonesia," menandakan bahwa masyarakat diharapkan dapat menerima kenyataan ini.

Kemenag menghimbau agar masyarakat mengikuti keputusan resmi demi menjaga kerukunan. Hal ini penting untuk memastikan kesatuan di tengah perbedaan yang ada.

Dampak Maklumat Ormas pada Publik

Maklumat dari ormas seperti Muhammadiyah memiliki pengaruh bagi masyarakat dalam menentukan awal puasa mereka. Berbagai ormas memiliki beragam pendekatan dalam menyikapi penetapan bulan dalam kalender Hijriyah.

Thobib menambahkan, "Meski begitu, Kemenag tidak menutup kemungkinan bagi siapapun untuk mengikuti awal Ramadan sesuai keyakinan masing-masing." Ini menunjukkan komitmen terhadap toleransi antarumat beragama dan kerukunan di masyarakat, meskipun perbedaan pandangan masih mungkin terjadi.

Baca juga: Sarapan Sehat: Kunci Performansi Optimal Petinju

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU