Flu, yang dikenal sebagai infeksi saluran pernapasan, memiliki dampak lebih jauh daripada sekadar gejala fisik seperti batuk dan pilek. Salah satu efek samping yang perlu diperhatikan adalah fenomena yang disebut 'brain fog'.
Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Brain fog ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi dan penurunan daya ingat yang sering kali dialami setelah terinfeksi flu. Meskipun banyak orang merasakannya, penyebab di balik kondisi ini sering kali diabaikan.
Apa Itu Brain Fog?
Brain fog adalah istilah yang merujuk pada kondisi mental di mana seseorang merasa tidak fokus dan sulit berpikir jernih. Meskipun bukan kondisi medis resmi, banyak yang mengalami fenomena ini terutama setelah sakit.
Kondisi ini seringkali muncul setelah infeksi, seperti flu. Gejala yang dihadapi bisa berupa kesulitan berpikir, kebingungan, serta merasa lelah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Perawatan Kulit yang Optimal
Dampak Influenza di Otak
Saat virus flu menginfeksi tubuh, respons sistem imun akan bekerja keras melawan infeksi tersebut. Namun, respons ini dapat memengaruhi fungsi otak, yang berpotensi mengganggu kognisi dan produksi neurotransmitter vital.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa infeksi virus bisa memicu peradangan di otak. Peradangan ini berpotensi mengganggu sinyal dalam neuron dan berkontribusi pada gejala yang terkait dengan brain fog.
Faktor Tambahan yang Memperburuk Brain Fog
Selain dari faktor peradangan itu sendiri, kurang tidur, dehidrasi, dan stres juga dapat memperburuk kondisi brain fog pasca-flu. Ketika tubuh tidak optimal, kemampuan kognitif pun berkurang.
Pola makan yang tidak teratur dan kekurangan nutrisi saat sakit juga menjadi faktor penyebab lain. Nutrisi yang cukup penting untuk mendukung kesehatan otak, dan saat seseorang sakit, pola makannya sering kali terganggu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: