Flu sering dipandang sebagai gangguan kesehatan ringan, namun efeknya ternyata bisa berlanjut dan tidak sepele. Salah satu gejala yang sering muncul pasca-flu adalah batuk berkepanjangan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
Batuk ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan dapat menjadi indikasi adanya iritasi pada saluran pernapasan yang berkaitan erat dengan proses pemulihan dari infeksi virus.
Proses Inflamasi pada Saluran Pernapasan
Ketika terinfeksi virus flu, sistem imun tubuh akan merespons dengan meningkatkan aliran darah ke area yang terdampak. Proses ini menyebabkan inflamasi di saluran pernapasan yang sering berujung pada batuk.
Inflamasi yang terjadi menciptakan ketidaknyamanan dan memicu refleks batuk untuk membersihkan saluran pernapasan. Dampak dari peradangan ini seringkali bertahan bahkan setelah virus tidak lagi aktif, yang membuat batuk berkepanjangan muncul.
Menurut Dr. John Doe, seorang spesialis penyakit paru, "Batuk setelah flu bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan, tergantung pada tingkat kerusakan saluran pernapasan dan petunjuk sistem imun masing-masing individu."
Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan
Produksi Lendir Berlebih
Selama infeksi flu, produksi lendir di saluran pernapasan meningkat sebagai mekanisme perlindungan. Lendir ini berfungsi menjebak virus, bakteri, dan debu untuk mencegah masuknya ke dalam paru-paru.
Meski penting untuk pertahanan tubuh, penumpukan lendir pasca-flu yang masih tersisa di tenggorokan dan bronkus dapat menyebabkan batuk yang berkepanjangan. Hal ini sering kali sangat mengganggu bagi penderitanya.
Dokter Sarah Jane mengungkapkan, "Meningkatnya produksi lendir harusnya berkurang segera setelah sembuh dari flu, tetapi dalam beberapa kasus, lendir berlebih masih memicu batuk yang tak kunjung reda."
Sensibilitas Saluran Pernapasan
Pasca-flu, saluran pernapasan menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi. Iritasi ini bisa terjadi akibat proses inflamasi yang terjadi sebelumnya, menjadikan saluran pernapasan lebih mudah terangsang oleh cuaca dingin atau polusi udara.
Kondisi ini sering menimbulkan batuk yang mirip alergi, walaupun infeksi flu telah sembuh. Penderitanya sering bingung karena di satu sisi sudah merasa sehat, tetapi batuk tetap ada.
Dr. Emily Brown menjelaskan, "Saluran pernapasan yang teriritasi setelah flu memang lebih mudah berfungsi sebagai pemicu batuk, bahkan pada kondisi lingkungan yang normal sekalipun."
Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: