Varian Influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai super flu, telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengonfirmasi penyebaran virus ini di kalangan masyarakat.
Baca juga: Menemukan Cinta Diri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan
Meskipun demikian, dr Prima Yosephine dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa varian ini lebih berbahaya dibandingkan dengan varian sebelumnya.
Deteksi dan Penyebaran Super Flu
Virus Influenza A (H3N2) subclade K pertama kali muncul di Indonesia pada Juni 2025 dan mengalami penyebaran yang cepat. Menurut Amesh A. Adalja, M.D., seorang peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, varian ini merupakan cabang terbaru dari virus yang telah bersirkulasi selama puluhan tahun.
Sejak kemunculannya, super flu menyebabkan peningkatan kasus flu, terutama di kalangan anak-anak. Hal ini menunjukkan perlunya kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap kelompok rentan yang memiliki kemungkinan lebih besar terinfeksi dan mengalami gejala yang lebih serius.
Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu
Gejala dan Komplikasinya
Gejala yang umum dialami oleh penderita super flu antara lain batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Virus ini lebih berbahaya bagi orang lanjut usia serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Observasi menunjukkan bahwa kelompok usia tersebut lebih rentan terhadap masalah pada pembuluh darah dan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung. Oleh sebab itu, mengenali gejala sejak dini menjadi sangat penting untuk penanganan yang efektif.
Pencegahan dan Tindakan yang Dapat Dilakukan
Para ahli merekomendasikan vaksin influenza sebagai langkah pencegahan, meskipun vaksin ini tidak sepenuhnya efektif dalam mencegah penularan. Thomas Russo, M.D., profesor dan kepala penyakit menular di Universitas Buffalo, menjelaskan, "Vaksin ini dapat mengurangi kemungkinan Anda dirawat di rumah sakit dan mengalami dampak buruk."
Selain vaksinasi, penggunaan masker di tempat umum, terutama di dalam ruangan, juga sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko infeksi. Jika muncul gejala, disarankan untuk melakukan tes guna memastikan diagnosis, mengingat gejala influenza dan COVID-19 bisa sangat mirip.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: