Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan terkait infeksi bernama 'super flu', disebabkan oleh virus Influenza A subclade K. Penyakit ini menarik perhatian masyarakat setelah jumlah kasusnya melonjak di Amerika Serikat, khususnya di New York dengan lebih dari 71 ribu terjangkit dalam seminggu.
Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR
Dr. Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) dari IDAI, menjelaskan bahwa meski subclade K memiliki topologi penularan yang mungkin lebih cepat, belum ada penelitian yang mengonfirmasi tingkat keparahan infeksi dibandingkan influenza A biasa.
Penyebaran dan Penularan 'Super Flu'
Infeksi subclade K diketahui memiliki kemampuan penyebaran yang cetar. Dr. Nastiti mencatat bahwa flu biasa dapat menularkan ke 2-3 orang, dengan subclade K yang kemungkinan memiliki tingkat penularan lebih tinggi. Meski begitu, penelitian lebih mendalam tentang hal ini masih sangat diperlukan.
Ketidakpastian dalam penelitian ini berhubungan dengan seberapa cepat virus ini menyebar dan dampak yang ditimbulkan bagi individu terinfeksi. IDAI menghimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi kelompok rentan yang lebih berisiko.
Kekhawatiran masyarakat mengenai lonjakan kasus serius mengindikasikan disiklin yang perlu diterapkan dalam menjaga kesehatan, serta kesadaran akan pencegahan.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple
Dampak dan Gejala 'Super Flu'
Menurut Dr. Nastiti, dampak infeksi subclade K mirip dengan influenza umumnya. Namun, kewaspadaan perlu lebih cermat bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak, dan individu dengan komorbid.
Gejala klinis dari infeksi subclade K tidak jauh berbeda dari influenza A biasa, meliputi demam tinggi, nyeri tenggorokan, sakit kepala, menggigil, dan keluhan pernapasan. Memahami gejala awal ini sangat krusial untuk deteksi cepat.
IDAI menegaskan meskipun gejala subclade K dapat mirip dengan flu biasa, dampak terhadap kelompok rentan bisa lebih berat, menandakan perlunya perhatian lebih besar.
Peran Imunisasi dan Pencegahan
Imunisasi influenza yang telah tersedia dinyatakan tetap efektif dalam mengurangi keparahan infeksi subclade K. Dr. Nastiti menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa subclade K kebal terhadap vaksin atau mampu menginfeksi individu yang telah divaksin.
Meningkatnya kasus infeksi ini menunjukkan pentingnya imunisasi untuk melindungi individu dari gejala berat. Kesadaran akan pentingnya vaksinasi influenza harus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan.
Dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap vaksinasi, diharapkan angka infeksi dapat turun, yang berkontribusi dalam mengurangi beban pada sistem kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: