Senin, 29 DESEMBER 2025 • 20:38 WIB

Tragedi Keluarga di Medan: Siswi Kelas 6 Tikam Ibu Kandung

Author

Tragedi Keluarga di Medan: Siswi Kelas 6 Tikam Ibu Kandung

Kepolisian Resor Kota Medan mengungkap kasus tragis yang melibatkan siswi SD berinisial A, berumur 12 tahun, yang diduga membunuh ibu kandungnya. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Medan Sunggal dan menyisakan banyak pertanyaan mengenai dampak kekerasan dalam rumah tangga.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa motif pembunuhan ini berkaitan dengan kekerasan yang dialami A dari ibunya, serta penghapusan game favoritnya. Kasus ini mencerminkan sisi kelam dari hubungan keluarga dan ketidakberdayaan anak dalam menghadapi situasi berat.

Kronologi Kejadian

Insiden ini terjadi pada malam tanggal 10 Desember ketika A terbangun dan mendapati ibunya, FS, tertidur di sampingnya. Dalam kondisi emosional yang tegang, A diduga menikam ibunya hingga tewas, sebuah tindakan yang mengejutkan banyak orang.

Menurut Kapolrestabes Medan, kekerasan yang dialami A dari ibunya sudah berlangsung cukup lama. Dilaporkan bahwa perlakuan keras tersebut termasuk ancaman menggunakan pisau yang sering dilakukan oleh FS terhadap A dan anggota keluarga lainnya.

Baca juga: Tips Fengshui untuk Tidur yang Lebih Nyenyak di Kamar Tidur

Kekerasan Dalam Keluarga

Pengungkapan lebih lanjut menunjukkan bahwa FS diduga sering kali mengancam dan menganiaya A serta saudara laki-lakinya, Hindran. Kapolrestabes mencatat bahwa bentuk kekerasan tersebut sangat beragam, mulai dari pemukulan dengan alat rumah tangga hingga perlakuan fisik lainnya.

Motif kekerasan terhadap anak menjadi fokus perhatian, terutama dengan adanya laporan bahwa A sering menerima hukuman fisik yang mengakar dalam konflik keluarga. Hal ini menyebabkan timbulnya emosi negatif yang menghimpun dalam diri A.

Pengaruh Media dan Lingkungan

Kombes Pol Calvijn menegaskan bahwa A juga terpapar berbagai konten media yang dianggap memengaruhi perilakunya. 'Adik melihat game Murder Mystery pada season Kills Others menggunakan pisau. Dia juga menonton serial Anime Detektif Conan episode 271 pada saat adegan pembunuhan menggunakan pisau,' ungkap Calvijn.

Keterkaitan antara konten game dan perilaku nyata sering kali menjadi perhatian. Kombes Calvijn menambahkan bahwa sistem peradilan pidana anak akan diterapkan untuk menyelesaikan kasus ini dengan pendekatan yang mempertimbangkan semua aspek, termasuk dampak media terhadap perilaku.

Baca juga: Tips Aman Berolahraga untuk Menghindari Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU