Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 14:10 WIB

Kuil Korea Selatan Menawarkan Pengalaman Tanpa Teknologi untuk Anak-anak

Author

Kuil Korea Selatan Menawarkan Pengalaman Tanpa Teknologi untuk Anak-anak

Kuil Naksan di Yangyang, Provinsi Gangwon, Korea Selatan, baru saja meluncurkan program unik untuk anak-anak, bertujuan memberikan pengalaman spiritual tanpa gangguan teknologi.

Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Program selama tiga hari ini melarang penggunaan gawai, mendorong partisipasi dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan dan kedamaian batin.

Pengalaman Menginap di Kuil Naksan

Kuil Naksan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam sesi latihan olahraga musim dingin, meditasi, dan upacara minum teh.

Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu generasi muda menjauh dari ketergantungan pada gadget dan merasakan keindahan alam serta tradisi.

Sesi pertama program ini akan dimulai pada 26 Desember, dengan pendaftaran yang telah dibuka, menawarkan kesempatan yang menarik bagi keluarga yang ingin membawa anak-anak mereka.

Pemandangan luar biasa Laut Timur juga menambah daya tarik pengalaman ini, menjadikannya lebih dari sekadar program biasa.

Program di Kuil Lain di Korea Selatan

Selain Kuil Naksan, Kuil Naeso di Buan, Provinsi Jeolla Utara, menyediakan program tiga malam bagi anak-anak untuk belajar hanja.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI

Program ini mencakup delapan lokakarya yang diselingi dengan kegiatan seni, meditasi, dan yoga, menciptakan pengalaman belajar yang holistik.

Kuil Beopju di Boeun, Provinsi Chungcheong Utara juga menawarkan program serupa, berfokus pada meditasi Zen dan aktivitas luar ruang seperti seluncur salju dan perburuan harta karun.

Kegiatan ini tidak hanya mendidik tetapi juga menambah keterampilan sosial dan mental bagi anak-anak yang berpartisipasi.

Menyambut Generasi Muda di Kuil

Kuil Baekyang di Jangseong, Provinsi Jeolla Selatan, memiliki program menginap selama dua hari yang ditujukan untuk anak-anak dengan kegiatan seperti meditasi dan api unggun.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan mereka pada budaya dan tradisi nasional, memberikan pengalaman yang menyeluruh dalam pemahaman budaya Korea.

Kini, banyak kuil juga menyediakan program dalam bahasa Inggris, sehingga aksesibilitas bagi turis asing semakin luas.

Hal ini memungkinkan lebih banyak orang untuk mengalami budaya Korea secara mendalam, sekaligus merasakan ketenangan yang ditawarkan dalam suasana spiritual.

Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan Masih Terima Gaji, Kontroversi Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU