Nyeri di telapak kaki bukanlah hal yang jarang dialami seseorang, meskipun sering kali dianggap sepele. Namun, jika rasa sakit ini berlangsung lama, bisa jadi ada indikasi masalah kesehatan yang lebih serius.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Penyebab nyeri di area ini bervariasi, mulai dari hal yang sederhana hingga kondisi kronis yang memerlukan perhatian medis lebih mendalam.
Penyebab Umum Nyeri di Telapak Kaki
Salah satu penyebab paling umum dari nyeri di telapak kaki adalah plantar fasciitis. "Kondisi ini disebabkan oleh peradangan pada jaringan penghubung di bawah kaki yang dikenal sebagai plantar fascia, yang membentang dari tumit hingga jari kaki," ujar sumber dari Very Well Health.
Gejala plantar fasciitis mencakup rasa nyeri tajam atau tumpul, terutama ketika seseorang pertama kali menginjak lantai di pagi hari. Ada faktor risiko yang terkait, seperti kondisi kaki datar, kelebihan berat badan, dan kebiasaan berjalan di permukaan keras.
Osteoarthritis atau radang sendi juga dapat menjadi penyebab nyeri di telapak kaki. Para penderita radang sendi sering kali mengubah cara berjalan, sehingga memberikan dampak pada tekanan yang diterima telapak kaki.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Musculoskeletal Care tahun 2023 mengungkapkan bahwa plantar fasciitis sering ditemukan bersamaan dengan osteoarthritis lutut, terutama saat muncul nyeri di area tumit.
Kondisi Lain yang Menyebabkan Nyeri
Metatarsalgia adalah kondisi lain yang sering menyebabkan nyeri di bagian depan telapak kaki. Rasa sakit ini umumnya disebabkan oleh tekanan yang diterima oleh lima tulang metatarsal dan sering kali terasa tajam atau terbakar.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat
Kondisi ini umum ditemukan pada individu yang aktif dalam olahraga berintensitas tinggi, seperti lari atau melompat. Selain itu, perempuan paruh baya juga lebih rentan mengalami metatarsalgia.
Kapalan dan kutil kaki adalah kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri. Kapalan muncul akibat gesekan atau tekanan berulang dari sepatu yang tidak sesuai, sedangkan kutil adalah penebalan dengan inti yang keras.
Menurut Healthline, meskipun kedua kondisi ini bisa diatasi sendiri, individu yang mendapati tanda infeksi atau memiliki riwayat diabetes disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Risiko Asam Urat Tinggi dan Kutil Plantar
Kutil plantar yang disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV) juga dapat berkontribusi terhadap nyeri di telapak kaki. Kutil ini dapat menyebar melalui kontak langsung atau dengan berbagi barang, seperti sepatu dan kaus kaki.
Cleveland Clinic menyatakan bahwa kutil plantar dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan, bahkan mengubah cara berjalan penderita untuk menghindari nyeri, meskipun kebanyakan kutil ini akan hilang dalam satu hingga dua tahun.
Asam urat tinggi merupakan penyebab lain dari nyeri di telapak kaki. Kadar asam urat yang meningkat dapat memicu radang sendi, umumnya ditandai dengan nyeri hebat di jari, lutut, atau sendi lainnya.
Serangan nyeri akibat asam urat bisa berlangsung selama satu hingga dua minggu dengan gejala yang sangat menyakitkan dan dapat kembali setelah periode tanpa gejala.
Baca juga: Tips Fengshui untuk Tidur yang Lebih Nyenyak di Kamar Tidur
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: