Senin, 22 DESEMBER 2025 • 17:05 WIB

Kemenkes Luncurkan Vaksin Heksavalen untuk Lindungi Anak dari Enam Penyakit Berbahaya

Author

Kemenkes Luncurkan Vaksin Heksavalen untuk Lindungi Anak dari Enam Penyakit Berbahaya

Kementerian Kesehatan Indonesia baru saja menyiapkan vaksin heksavalen, sebuah inovasi yang dinanti untuk imunisasi anak. Vaksin ini memungkinkan pencegahan enam penyakit berbahaya hanya dengan satu suntikan.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple

Dikenal sebagai DPT-Hb-Hib-IPV, vaksin ini akan diberikan kepada anak-anak mulai usia dua bulan. Tujuan utama adalah untuk mengurangi jumlah suntikan sekaligus meningkatkan efektivitas program imunisasi.

Inovasi dalam Vaksinasi Anak

Vaksin heksavalen merupakan gabungan dari dua vaksin sebelumnya, yaitu DPT-Hb-Hib dan IPV. Melalui penggabungan ini, pemerintah berusaha menurunkan frekuensi suntikan yang harus diterima anak-anak, sehingga bisa mempercepat terbentuknya kekebalan masyarakat.

Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes RI, menyatakan, "Isi vaksinnya bukan hal yang baru, cuma pemberiannya itu dicarikan terobosan. Sehingga diharapkan lebih mudah pemberiannya pada anak-anak. Yang awalnya dari dua suntikan, menjadi satu suntikan."

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Pencegahan Enam Penyakit Berbahaya

Vaksin heksavalen ditujukan untuk mencegah enam penyakit mematikan: difteri, pertusis, tetanus, polio, hepatitis B, dan infeksi haemophilus influenzae type B. Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang selaput otak dan pneumonia.

Dengan peluncuran inovasi vaksin ini, Kemenkes berharap orang tua akan lebih berinisiatif dalam membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan cakupan imunisasi di seluruh Indonesia.

Program Imunisasi Heksavalen

Saat ini, program vaksin heksavalen sudah berjalan di sembilan provinsi, termasuk Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan beberapa daerah di Papua. Pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap, dengan rencana untuk mencakup seluruh Indonesia pada tahun 2026.

Orang tua dapat membawa anak mereka untuk imunisasi di berbagai fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan posyandu. Dalam prosesnya, orang tua wajib membawa buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai alat monitoring kemajuan imunisasi.

Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU