Sebuah video yang viral menunjukkan seorang oknum guru dihujat karena diduga menghina seorang anak berkebutuhan khusus saat sesi video call. Aksi tidak pantas ini mendapatkan reaksi keras dari berbagai pihak termasuk netizen.
Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dalam tayangan tersebut, sang guru terlihat menirukan cara bicara anak disabilitas yang memiliki keterbatasan wicara, yang menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi remaja tersebut.
Deskripsi Insiden
Video yang menjadi sorotan publik dibagikan oleh akun Instagram @tante.rempong.official. Dalam tayangan tersebut, oknum guru bertanya kepada remaja berkebutuhan khusus mengenai asalnya.
Saat si remaja menjawab 'Halo pak', oknum guru langsung menirukan cara bicaranya dengan nada mengejek. Hal ini menciptakan suasana yang tidak nyaman, terutama bagi remaja tersebut.
Di dalam video, terdengar beberapa suara yang menertawakan dan ada pula satu wanita yang mengingatkan agar tidak melakukan hal tersebut. Meskipun demikian, oknum guru tetap melanjutkan aksinya.
Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial
Reaksi Remaja dan Respons Netizen
Tindakan oknum guru membuat remaja tersebut merasa tersinggung dan menyampaikan keluhannya, 'Iki guru koyo ngene? Lagek tumon aku, astagfirullah Ya Allah.'
Pernyataan remaja ini menunjukkan betapa kecewanya dia terhadap tindakan tersebut. Meski mendapat respons negatif, oknum guru malah kembali menghina cara bicara remaja tersebut.
Reaksi dari netizen pun beragam. Banyak yang menyayangkan sikap oknum guru dan menegaskan bahwa seorang pendidik seharusnya memberikan teladan yang baik.
Dampak Sosial dan Pendidikan
Kasus ini menyoroti pentingnya etika yang harus dimiliki oleh pendidik dalam interaksi mereka dengan siswa, khususnya yang memiliki kebutuhan khusus. Pendidikan seharusnya menjadi lingkungan yang mendukung dan menciptakan rasa aman bagi semua siswa.
Tindakan oknum guru ini juga memunculkan diskusi di kalangan masyarakat mengenai pentingnya pendidikan inklusif dan pengertian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
Sebagai hasil tambahan, diharapkan muncul kesadaran di kalangan para pendidik bahwa perilaku yang tidak pantas dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental anak-anak.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: