Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 20:06 WIB

Dampak Berbahaya Minuman Energi: Kisah Seorang Pria Sehat yang Mengalami Stroke

Author

Dampak Berbahaya Minuman Energi: Kisah Seorang Pria Sehat yang Mengalami Stroke

Seorang pria berusia 54 tahun dari Nottingham, Inggris, mengalami serangan stroke meskipun dikenal sehat dan aktif berolahraga.

Baca juga: Menemukan Cinta Diri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan

Kejadian ini dipicu oleh konsumsi berlebihan minuman energi, yang mengakibatkan kenaikan tekanan darah yang sangat tinggi.

Kondisi Medis yang Dialami

Pria ini tiba-tiba merasakan gejala serius seperti mati rasa dan kesulitan menjaga keseimbangan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ia didiagnosis mengalami stroke di bagian talamus otak.

Kondisi tersebut menyebabkan gangguan keseimbangan dan kemampuan motorik, yang memaksa ia dirawat di rumah sakit.

Selama perawatan, pasien diberikan obat untuk menurunkan tekanan darah, yang terdeteksi berada di angka 254/150 mmHg, suatu angka yang berbahaya.

Peningkatan tekanan darah, yang kerap disebut sebagai silent killer, menjadi jaminan bahwa gejala serius sering kali tidak terlihat jelas sebelumnya.

Dampak Konsumsi Minuman Energi

Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa kebiasaannya mengonsumsi delapan kaleng minuman energi setiap hari adalah penyebab utama serangan stroke tersebut. Minuman tersebut mengandung sekitar 160 miligram kafein per kaleng.

Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Total konsumsi kafein harian mencapai 1.200 hingga 1.300 miligram, hampir tiga kali lipat dari batas maksimal yang direkomendasikan di Inggris dan AS, yaitu 400 miligram.

Kejadian ini menggambarkan betapa pentingnya pengawasan terhadap konsumsi kafein sehari-hari.

Setelah menghentikan konsumsi minuman energi, tekanan darahnya kembali normal dalam waktu beberapa minggu, tetapi masih ada efek sisa dari stroke, seperti mati rasa di sisi kiri tubuhnya.

Pentingnya Edukasi Mengenai Bahaya Minuman Energi

Dokter Sunil Munshi menegaskan bahwa kombinasi kafein, taurine, dan gula tinggi dalam minuman energi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kombinasi ini dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan pembekuan darah.

Literatur medis telah mencatat berbagai dampak negatif dari konsumsi minuman energi, termasuk fibrilasi atrium dan stroke.

Hal ini menunjukkan perlunya meningkatkan kesadaran terhadap efek jangka panjang dari minuman ini, terutama bagi kelompok usia muda.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kondisi fisik yang terlihat prima tidak selalu menjamin ketahanan terhadap risiko kesehatan.

Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR RI Dirusak, Ahmad Sahroni Cerita di Balik Koleksinya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU