Paparan panas dan radiasi dari perangkat elektronik seperti handphone dan laptop dapat memengaruhi kesuburan pria. Kebiasaan penyimpanan perangkat tersebut di dekat area genital menjadi sorotan dalam berbagai penelitian.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda
Menurut Dr. Dimas Tri Prasetyo, Sp.U., MRes., paparan ini sangat penting untuk diperhatikan, terutama di kalangan pria usia produktif yang semakin tergantung pada teknologi.
Penjelasan Dampak Panas dan Radiasi
Dr. Dimas menjelaskan bahwa suhu pada organ reproduksi pria sangat sensitif. Testis secara alami berada di luar rongga perut untuk berfungsi pada suhu yang lebih rendah daripada suhu tubuh.
Ketika testis sering terpapar panas dari perangkat elektronik, proses spermatogenesis dapat mengalami gangguan. Penggunaan laptop di pangkuan dan handphone di saku celana berpotensi menambah suhu di sekitar testis.
Selain dampak panas, radiasi dari perangkat ini juga menjadi perhatian, terutama karena individu cenderung terpapar hampir setiap hari. Ini menjadi kompleksitas tambahan bagi pria yang semakin bergantung pada teknologi dalam aktivitas harian.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Penurunan Kualitas Kesuburan
Dr. Dimas mengutip statistik dari sebuah penelitian di Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan kualitas sperma dalam beberapa dekade terakhir. Ia menyatakan, "Sudah ada penelitiannya di Amerika bahwa pria 50 tahun yang lalu itu lebih subur daripada sekarang."
Perbandingan jumlah sperma pria subur dari 50 tahun lalu dengan saat ini menunjukkan penurunan signifikan, hingga 50 persen. Penurunan ini tidak hanya berlaku pada pria dengan masalah kesuburan, tetapi juga pada mereka yang dianggap sehat secara klinis.
Data ini menambah kekhawatiran mengenai kesehatan reproduksi pria di masa kini, di tengah tingkat kesuburan yang semakin menurun.
Pengaruh Polutan dan Zat Kimia
Pemaparan polutan juga berkontribusi terhadap masalah kesuburan pria. Polutan tidak hanya berasal dari lingkungan luar, tetapi juga dari produk sehari-hari yang sering digunakan.
Contohnya, plastik yang mengandung BPA (Bisphenol A) dapat merusak regulasi hormon di dalam tubuh. Dr. Dimas menegaskan, "Plastik mengandung BPA, dan BPA itu terbukti mengganggu regulasi hormon."
Selain plastik, beberapa produk perawatan diri seperti sabun dan sampo juga mengandung zat kimia yang berpotensi berbahaya. Ini menunjukkan kompleksnya lingkungan yang mempengaruhi kesuburan pria di era modern.
Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Perawatan Kulit yang Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: