Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 23:45 WIB

Kekurangan Gizi: Tanda, Gejala, dan Dampaknya bagi Kesehatan

Author

Kekurangan Gizi: Tanda, Gejala, dan Dampaknya bagi Kesehatan

Kekurangan gizi merupakan isu kesehatan yang signifikan di Indonesia, dan sering kali diabaikan oleh masyarakat. Gejala-gejala yang muncul bisa menjadi pertanda serius tentang kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Menyadari tanda-tanda kekurangan gizi adalah langkah pertama yang penting untuk menghindari konsekuensi kesehatan yang lebih parah. Pada artikel ini, kami akan membahas gejala fisik, masalah pencernaan, dan dampak jangka panjang dari kekurangan gizi.

Gejala Fisik yang Muncul

Salah satu gejala paling terlihat dari kekurangan gizi adalah penurunan berat badan yang drastis. Ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, otot akan mulai menyusut dan bahan bakar yang diperlukan untuk beraktivitas menjadi minim.

Pucatnya wajah juga bisa jadi salah satu indikator. Kulit yang kehilangan nutrisi akan tampak kusam dan tidak bercahaya, memberi sinyal bahwa ada yang tidak beres dengan pola makan.

Kelelahan kronis sering kali diabaikan, padahal bisa jadi tanda kurang gizi. Saat tubuh tidak mendapatkan cukup kalori dan nutrisi, energi akan menurun dan aktivitas sehari-hari menjadi berat.

Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Masalah Pencernaan

Kekurangan gizi juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Sering kali, mereka yang kekurangan gizi mengalami sembelit atau masalah pencernaan lainnya.

Dalam beberapa kasus, kehilangan nafsu makan pun menjadi isu serius. Ini biasanya terjadi karena tubuh merasa tidak menemukan 'rasa' atau keinginan untuk makan, yang merupakan tanda bahwa ada yang salah dengan nutrisi yang diterima.

Kondisi ini perlu diwaspadai, karena bisa berkembang menjadi malnutrisi yang lebih serius jika dibiarkan. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan yang cukup, pencernaan pun terganggu.

Dampak Jangka Panjang

Jika gejala ini dibiarkan, bisa berakibat pada masalah kesehatan yang lebih parah. Salah satunya adalah penurunan sistem kekebalan tubuh yang membuat kita rentan terhadap penyakit.

Lebih jauh lagi, kekurangan gizi dapat memengaruhi perkembangan otak, terutama pada anak-anak. Hal ini berdampak pada kemampuan belajar dan kognisi mereka ke depannya.

Dampak jangka panjang lainnya termasuk risiko penyakit kronis. Kombinasi antara pola hidup yang tidak sehat dan gizi yang buruk dapat mempercepat proses timbulnya berbagai penyakit.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU