Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim secara resmi meluncurkan kendaraan listrik pertama Perodua, QV-E, di Kuala Lumpur pada Senin (1/12/2025). Peluncuran ini menjadi langkah penting bagi industri otomotif Malaysia dalam memasuki segmen kendaraan listrik.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik
QV-E mencerminkan kemajuan teknologi dan kemandirian industri lokal, sebagai respons terhadap dominasi mitra asing yang selama ini menguasai pasar. Peluncuran ini diharapkan dapat mengubah citra Perodua dan menunjukkan kemampuan mereka dalam memenuhi tren kendaraan listrik global.
Sejarah Baru dalam Industri Otomotif Malaysia
Pada 1 Desember 2025, industri otomotif Malaysia memasuki babak baru dengan peluncuran Perodua QV-E, kendaraan listrik pertama dari produsen otomotif tersebut. Selama lebih dari dua dekade, Perodua dikenal sebagai perusahaan yang sangat bergantung pada desain dan komponen dari prinsipal Jepang seperti Daihatsu dan Toyota.
Dengan hadirnya QV-E, Perodua berambisi untuk meningkatkan perannya di pasar dan menunjukkan bahwa mereka mampu menghadirkan inovasi yang relevan dalam konteks kendaraan listrik global. Peluncuran ini memberikan sinyal positif bahwa Malaysia berusaha untuk menjadi lebih mandiri dalam menghadapi tantangan industri otomotif.
Anwar Ibrahim menekankan bahwa peluncuran ini tidak hanya menjadi tonggak bagi Perodua, tetapi juga membuktikan bahwa Malaysia memiliki potensi untuk berkembang di sektor kendaraan listrik yang semakin kompetitif.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR RI Dirusak, Ahmad Sahroni Cerita di Balik Koleksinya
Kemandirian Teknologi dan Tantangan yang Dihadapi
Dalam pidatonya, Anwar membuka diskusi mengenai tantangan kemandirian industri otomotif lokal, terutama dalam alih teknologi dengan mitra asing. Ia mengungkapkan bahwa tidak semua proses transfer teknologi berjalan lancar, sehingga inovasi yang dihasilkan dari upaya lokal menjadi sangat penting.
Dia menghargai kolaborasi antara Perodua dengan akademisi dan peneliti lokal, khususnya dalam mengatasi keterbatasan yang ada. Anwar mengatakan, "Pencapaian ini lahir dari kecerdasan, disiplin, kegigihan, serta keyakinan para insinyur, ilmuwan, dan tenaga ahli lokal."
Pentingnya dukungan kebijakan yang jelas dan disiplin yang kuat ditekankan Anwar, agar produksi kendaraan listrik oleh perusahaan lokal bukanlah hal yang mustahil.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Teknologi
Menutup pernyataannya, Anwar memastikan adanya komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik. Ia berharap peluncuran QV-E dapat memicu ketertarikan generasi muda Malaysia untuk lebih aktif dalam inovasi teknologi.
Meskipun spesifikasi teknis tentang performa baterai dan jarak tempuh QV-E belum diungkapkan secara rinci, model ini diharapkan mampu bersaing di pasar kendaraan listrik entry-level regional.
Dengan dukungan pemerintah yang kuat, diharapkan industri otomotif Malaysia dapat tumbuh dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan permintaan pasar yang semakin pesat.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: