Deforestasi di Indonesia kembali menjadi fokus perhatian setelah terjadinya banjir dan longsor di Sumatera, yang menunjukkan dampak serius dari hilangnya hutan di negara ini.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
Data terbaru menyebutkan Indonesia menempati urutan lima di dunia dalam kehilangan hutan, walaupun laju penurunan deforestasi menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Deforestasi Indonesia: Data dan Statistik
Berdasarkan data yang dirilis oleh Global Forest Watch (GFW), Indonesia kehilangan sekitar 1,1 juta hektare tutupan pohon pada tahun 2024, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat kehilangan hutan tertinggi di dunia.
Lima provinsi yang mengalami deforestasi terbesar adalah Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat kebijakan untuk mengurangi kerusakan, tekanan terhadap hutan tetap tinggi, menimbulkan pertanyaan serius tentang keberlanjutan hutan di Indonesia.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda
Kalimantan: Fokus Deforestasi
Kalimantan menjadi pusat deforestasi signifikan secara nasional, dengan Kementerian Kehutanan mencatat angka deforestasi netto mencapai 175,4 ribu hektare pada tahun 2024.
Dari total angka tersebut, sekitar 92,8% merupakan deforestasi bruto yang terjadi terutama di hutan sekunder, yang sebagian besar terletak dalam kawasan hutan.
Kebakaran hutan dan ekspansi perkebunan, khususnya kelapa sawit dan tambang, menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan hutan di Kalimantan.
Penyebab Deforestasi di Indonesia
Beberapa faktor yang saling terkait menyebabkan deforestasi di Indonesia, di antaranya adalah alih fungsi lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara.
Pembalakan liar serta pembakaran hutan semakin meluas, sering kali memanfaatkan akses terbuka ke area hutan.
Pembangunan infrastruktur yang terkait dengan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) turut menambah tekanan terhadap keberadaan hutan di daerah Kalimantan.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion Tak Lekang Oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: